Eksposisi Kitab Rut

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


 
RUT 1:1-6
 

Kitab Suci menyebutkan Kanaan sebagai suatu tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya (Kel 3:8). Dan kata Betlehem yg berarti ‘the house of bread’ (=rumah roti / lumbung), jelas menunjukkan bahwa itu adalah tempat yg subur. Tetapi ternyata tempat itu mengalami kelaparan (ay 1) dan kelaparan itu berlangsung cukup lama (ay 4b).
 

I. Mengapa ada kelaparan?

II. Cara/sikap mereka menghadapi kelaparan itu: III. Berhasilkah usaha mereka?

Mula-mula mereka kelihatannya berhasil. Mereka diterima dengan baik oleh orang Moab. Bahkan Mahlon dan Kilyon kawin dengan perempuan Moab! Rasanya semua baik-baik saja!

Tetapi apa yang lalu terjadi? Ay 3,5 menunjukkan bahwa Elimelekh mati, demikian juga dengan Mahlon dan Kilyon, sehingga dari keluarga yang pindah ke Moab itu, hanya Naomi yang tersisa. Ia adalah seorang perempuan, sudah tua, janda, hidup di negara asing, dan ia miskin (ay 21)

Penerapan:

Kalau sdr menghadapi kesukaran dengan usaha dan cara sdr sendiri, bisa saja mula-mula sdr kelihatannya berhasil, tetapi akhirnya sdr pasti akan mengalami kehancuran / bencana yang lebih besar.

Kesimpulan:

Mereka gagal total! Hanya Allah yang bisa menolong! (Bacalah Maz 127:1)

Ay 6: ‘Tuhan telah memperhatikan umatNya dan memberikan makanan kepada mereka’

Apakah ini berarti bahwa pada waktu mengalami kesukaran, kita harus bersikap apatis / acuh tak acuh, atau berdoa saja tanpa melakukan apa-apa? Tentu saja tidak!

Kita harus:

Maukah sdr berharap kepada Tuhan dalam menghadapi kesukaran?
 
 
-AMIN-
 

email us at : gkri_exodus@mailcity.com