>

Eksposisi Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


FILIPI 2:12-18

I) Paulus memuji gereja Filipi:

Dalam ay 12 kita kembali melihat bahwa gereja Filipi adalah gereja yang baik, karena kepada mereka Paulus berkata: 'kamu senantiasa taat'.

Paulus tidak segan-segan menegur gereja / orang kristen yang brengsek, seperti dalam kasus gereja Korintus. Tetapi pada saat melihat orang kristen / gereja yang baik, iapun tak segan-segan memuji. Pujian ini diberikan dengan tujuan supaya orang Filipi lebih bertekun lagi dalam ketaatan.

Penerapan:

II) Paulus mendorong supaya mereka makin maju:

A) Makin maju dalam hal rohani.

Dalam hal jasmani (uang, rumah, mobil, TV, video, barang-barang lain), maka kita harus cepat puas (Luk 12:15 Fil 4:11-13 1Tim 6:6-10 Ibr 13:5). Tetapi dalam hal rohani, kita tidak pernah boleh merasa puas / cukup!

Paulus melihat bahwa gereja Filipi adalah gereja yang baik, tetapi ia tetap mendorong supaya mereka makin maju lagi (ay 12-16). Hal yang sama juga ia lakukan terhadap gereja Tesalonika (1Tes 4:1).

Penerapan:

Sekalipun saudara adalah jemaat biasa (bukan Pendeta), tetapi janganlah puas dengan:

B) Tujuan.

Mereka harus tidak beraib, tidak bernoda dan tidak bercela (ay 15). Dengan kata lain, mereka harus berusaha untuk menjadi suci. Memang kita tidak akan bisa mencapai kesucian, tetapi kesucian harus tetap menjadi tujuan kita.

Ay 15 juga mengatakan bahwa mereka harus bercahaya seperti bintang-bintang di dunia (bdk. Mat 5:14 - kamu adalah terang dunia)

Dan Paulus mengatakan bahwa mereka harus melakukan semua itu ditengah-tengah angkatan yang sesat dan bengkok hatinya!

Penerapan:

Tetapi, ay 15 itu menunjukkan bahwa Paulus menyuruh hidup suci di dunia! Firman Tuhan bukanlah sesuatu yang harus saudara laksana-kan nanti di surga, tetapi sekarang di dunia!

C) Motivasi.

Paulus memberikan 2 hal untuk memotivasi mereka:

1) Mereka adalah anak Allah (ay 15).

Kesadaran bahwa orang kristen adalah anak Allah, seharusnya memotivasi setiap orang kristen, termasuk kita, untuk menjadi suci, sama seperti Bapa adalah suci! (bdk. Mat 5:48).

Penerapan:

Setiap kali saudara mau berbuat dosa atau mempertahankan suatu dosa, maka renungkanlah bahwa saudara adalah anak Allah yang harus suci sama seperti Allah sendiri!

2) Supaya Paulus bisa bangga pada hari Tuhan, dan supaya jerih payah Paulus tidak sia-sia (ay 16).

Apakah ay 16 ini menunjukkan bahwa Paulus adalah orang yang egois? Apakah ay 16 ini menunjukkan bahwa Paulus menasehati me-reka demi kepentingan dirinya sendiri? Tidak! Ay 17-18 menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak egois / memikirkan diri sendiri

Ay 17: 'darahku dicurahkan'. Kata 'darah' ini seharusnya tidak ada! NIV: 'I am being poured out like a drink offering' (= aku sedang dicurahkan seperti persembahan / korban curahan)

Tentang 'drink offering' atau 'korban curahan', bisa dilihat dari Bil 15:5 & 28:7,14. Jadi, dalam memberikan persembahan, selain korban yang diletakkan di atas mezbah, ada juga korban curahan (dalam Yuda-isme, korban curahan dicurahkan sekitar mezbah; dalam agama kafir, korban curahan dicurahkan di atas korban).

Jadi, yang dimaksud oleh Paulus dengan ay 17-18 ini adalah: hidup kekristenan orang Filipi itu adalah seperti korban di atas mezbah, sedangkan kematian Paulus seperti korban curahan. Sekalipun ia harus mati sebagai korban curahan, toh dalam ay 17-18 itu ia mengajak orang-orang Filipi untuk tetap bersukacita. Ini jelas menun-jukkan bahwa ia tidak egois / memikirkan dirinya sendiri sedikitpun!

Jadi, pada waktu ia mengatakan bahwa mereka harus maju supaya ia bisa bangga pada hari Tuhan, itu jelas bukan demi dirinya sendiri. Paulus menyadari bahwa orang Filipi mengasihi dia, dan ia menggu-nakan hal itu untuk memotivasi mereka supaya makin maju.

D) Usaha yang harus dilakukan.

1) Ay 12:

a) 'Kerjakan keselamatanmu'.

Alasannya: lihat point selanjutnya di bawah ini!

Jadi disini kata 'keselamatan' itu mempunyai arti yang berbeda dari biasanya. Di sini, 'keselamatan' itu mencakup daerah mulai saat kita percaya sampai saat kita masuk surga.

Jadi, 'kerjakan keselamatanmu' berarti: dalam jalan saudara ikut Tuhan, jangan berhenti di tengah jalan! Ikutlah terus sampai akhir!

b) 'Tetaplah kerjakan keselamatanmu' (ay 12).

Ini menunjukkan bahwa kita harus tekun / terus berusaha, mulai saat kita percaya kepada Kristus, sampai kita bertemu dengan Dia muka-dengan muka!

Penerapan:

Apakah saudara saat ini sudah mulai mundur / mau berhenti dalam ikut Tuhan, dalam belajar firman Tuhan, dalam melayani Tuhan dsb? Tidak ada gunanya untuk ikut Tuhan, kecuali saudara ikut Dia sampai akhir!

c) Mereka harus tetap mengerjakan keselamatan, tanpa tergantung kehadiran Paulus (ay 12).

Penerapan:

Jangan hanya aktif / saleh di depan pendeta saudara! Ingat bahwa saudara bertanggung jawab kepada Tuhan dan bukan kepada manusia / pendeta!

d) 'dengan takut dan gentar' (ay 12).

Seseorang berkata:

'Paul has no sympathy with a cold and dead orthodoxy or formalism that knows nothing of struggle and growth' (= Paulus tidak bersimpati dengan kekolotan dan formalisme yang dingin dan mati, yang tidak mengenal pergumulan dan pertumbuhan).

e) Kalau ay 12 menyuruh kita mengerjakan keselamatan kita, mengapa ay 13 mengatakan bahwa Allahlah yang bekerja?

Kata 'work' yang pertama dalam bahasa Yunaninya adalah ENERGON (present participle). Kata ini menunjukkan bahwa Allah disebut sebagai 'the energizing one' atau 'the energizer' (= orang yang memberi energi).

Selanjutnya, baik kata 'work' yang pertama maupun yang kedua, menggunakan kata Yunani yang berasal dari kata ENERGEIN yang selalu menunjuk pada tindakan Allah, dan selalu menunjukkan pada tindakan yang effective / pasti berhasil.

Dari semua ini maka kelihatan dengan jelas bahwa ay 13 ini seolah-olah bertentangan dengan ay 12.

A.T. Robertson mengatakan:

"Paul makes no attempt to reconcile divine sovereignty and human free agency, but boldly proclaim both" (= Paulus tidak berusaha untuk menda-maikan kedaulatan ilahi dan kebebasan manusia, tapi dengan berani membe-ritakan keduanya).

Kesimpulannya: sekalipun ay 13 mengatakan bahwa semua itu adalah pekerjaan Allah, tetapi kita tetap punya tanggung jawab untuk berusaha / mengerjakan keselamatan kita!

2) Lakukan semua tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan (ay 14).

Ada 2 tafsiran tentang bagian ini:

a) Ini diberikan oleh Paulus untuk menghindari adanya orang yang mengerjakan keselamatannya sambil bersungut-sungut.

Jadi, yang ia tekankan adalah usaha dari hati!

b) Bersungut-sungut menunjukkan kejengkelan / ketidaksenangan terhadap seseorang, baik yang dipendam dalam hati, atau yang dinyatakan di belakang orangnya.

Berbantah-bantahan menunjuk pada pertengkaran yang terbuka.

Jadi, dengan melarang dua hal ini, Paulus menekankan kesatuan gereja!

Saya lebih condong pada pandangan yang ke 2. Kalau demikian, maka maksud Paulus adalah: kita harus mengerjakan keselamatan dengan tetap bersatu / tanpa gegeran!

3) Berpegang pada firman kehidupan (ay 16).

NIV: 'hold out' / 'hold on to' (= bertahan / berpegang).

NASB/RSV: 'holding fast' (= berpegang teguh).

KJV: 'holding forth' (= berbicara).

Dari terjemahan-terjemahan ini maka terlihat bahwa ay 16 ini mempu-nyai 2 kemungkinan:

Kontex rasanya lebih membenarkan pandangan pertama

Jadi, kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan berpegang pada Firman Tuhan!

Penerapan:

Apakah saudara betul-betul berpegang pada Firman Tuhan, baik melalui saat teduh, khotbah dalam kebaktian, maupun Pemahaman Alkitab?

Penutup:
Sama seperti orang Filipi, mungkin saudarapun sudah mengalami banyak kemajuan dalam hidup kekristenan saudara. Tetapi, saudara tidak boleh puas dengan keadaan itu. Saudara harus berusaha untuk lebih maju lagi! Maukah saudara?


email us at : gkri_exodus@mailcity.com