Make your own free website on Tripod.com

Eksposisi Surat Paulus kepada Filemon

oleh: Pdt. Budi Asali M.Div.


FILEMON 1-3

 

Latar belakang surat Filemon.

 

1)  Filemon punya hamba bernama Onesimus, yang melarikan diri dari padanya, dan mungkin sekaligus mencuri barang / uang Filemon. Onesimus bertemu dengan Paulus, dan dibawa oleh Paulus kepada Kristus (ay 10).

 

Calvin: orang-orang pilihan Allah kadang-kadang dibawa pada keselamatan oleg suatu cara yang tidak bisa dipercaya, bertentangan dengan harapan umum, oleh jalan yang berliku-liku dan memutar, dan bahkan oleh jalan-jalan yang membingungkan. Onesimus hidup / tinggal dalam suatu keluarga yang religius dan kudus, dan dengan dibuang dari keluarga itu oleh tindakannya sendiri yang jahat, ia seakan-akan dengan sengaja menjauhkan diri dari Allah dan hidup yang kekal. Tetapi Allah, oleh providensia rahasia, dengan ajaib mengarahkan pelariannya yang jahat, sehingga ia bertemu dengan Paulus.

 

Nahum 1:3b - Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kakiNya”.

 

KJV: the LORD hath his way in the whirlwind and in the storm (= TUHAN mempunyai jalanNya dalam puting beliung dan dalam badai).

 

NIV: His way is in the whirlwind and the storm (= JalanNya ada dalam puting beliung dan badai).

 

NASB: In whirlwind and storm is His way (= Dalam puting beliung dan badailah jalanNya).

 

2)  Paulus menyuruh Onesimus kembali kepada Filemon.

 

3)  Surat Filemon merupakan surat Paulus yang unik; satu-satunya surat Paulus yang bersifat pribadi.

 

4)  Paulus di sini menangani persoalan remeh: seorang budak yang lari!

 

 

Ay 1-3: (1) Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami (2) dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu: (3) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

 

1)  Penulisan surat ini dimulai dengan:

 

a)  Menunjukkan siapa penulis surat itu, yaitu Paulus (ay 1a).

 

b)  Kepada siapa surat itu ditujukan, yaitu kepada Filemon, Apfia, Arkhipus, jemaat di rumah Filemon (ay 1b-2).

 

c)  Suatu salam dari penulis surat kepada penerima surat (ay 3).

 

2)  “Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita” (ay 1a).

 

a)  Mengapa ia tidak menyatakan dirinya sebagai rasul?

 

1Kor 1:1 - “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita”.

 

2Kor 1:1 - “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya”.

 

Gal 1:1 - “Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati”.

 

Ay 8-9a: “(8) Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, (9a) tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu”.

 

b)  Paulus menyatakan diri sebagai ‘seorang hukuman karena Kristus Yesus’.

 

KJV: ‘a prisoner of Jesus Christ’ (= seorang hukuman dari Kristus Yesus).

 

1.  Seorang hukuman.

 

a.  Sama sekali bukan karena ia bersalah.

 

Kis 23:29 - “Ternyatalah bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada tuduhan, atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan”.

 

b.  Karena Kristus Yesus / karena Injil!

 

·        Ay 9b: “Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus.

 

·        Ay 13: “Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil.

 

·        Ef 3:1 - “Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah”.

 

·        Ef 4:1 - “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu”.

 

·        Fil 1:13 - “sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

 

·        Kol 4:3 - “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.

 

2.  Seorang hukuman dari Kristus Yesus.

 

3.  Paulus tetap melayani / memberitakan Injil dalam sikon yang buruk!

 

a.  Dalam penjara itu Paulus menulis surat-surat Kolose, Filemon, Efesus, dan Filipi (Intro, hal 28).

 

b.  Buruknya keadaan Paulus pada saat itu.

 

Clarke: Paul adalah seorang tahanan di Roma pada waktu ia menulis surat ini, dan surat-surat kepada gereja Kolose dan Filipi. ... kata bahasa asli DESMIOS seharusnya diterjemahkan ‘diikat / dibelenggu dengan rantai’: ... ini menunjukkan kepada kita sebagian keadaannya - satu lengan diikat / dibelenggu dengan sebuah rantai pada lengan dari tentara kepada penjagaan siapa ia diserahkan.

 

DESMIOS (ay 1) - ‘seorang hukuman’.

 

c.  Dalam penjara ia tetap memberitakan Injil.

 

Fil 1:12-13 - “(12) Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, (13) sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus”.

 

2Tim 2:9 - “Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.

 

c)  Paulus tidak malu karena keadaan dirinya sebagai orang hukuman itu.

 

2Tim 1:11-12 - “(11) Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. (12) Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan”.

 

1Pet 4:15-16 - “(15) Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. (16) Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu”.

 

d)  Dalam surat Filemon ini, Paulus menggunakan fakta ini sebagai sesuatu untuk memotivasi Filemon untuk menuruti permintaannya!

 

Ay 9b-10: “(9b) Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, (10) mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus”.

 

Hendriksen: Penyebutan dirinya sebagai orang hukuman dari Kristus Yesus juga merupakan sesuatu yang sangat taktis, mungkin secara tak langsung mengatakan: ‘Dalam perbandingan dengan pengorbanan yang aku sedang lakukan, bukankah kebaikan yang aku minta darimu merupakan suatu hal yang mudah?

 

Matthew Henry: Suatu permohonan dari seseorang yang menderita bagi Kristus dan InjilNya pasti akan dianggap / diperhatikan dengan lembut / ramah oleh orang percaya dan pelayan Kristus, khususnya pada waktu dikuatkan juga oleh kebersamaannya dengan Timotius, seseorang yang menonjol dalam gereja.

 

Mat 25:40,45 - “(40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. ... (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku”.

 

d)  Kita tak boleh merasa malu tentang orang yang dipenjarakan karena / Kristus / karena Injil.

 

2Tim 1:8 - “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah”.

 

e)  Paulus menghendaki orang-orang kristen mengingat akan pemenjaraan yang ia alami itu, supaya juga diberi keberanian untuk menderita bagi Kristus.

 

Kol 4:18 - “Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu”.

 

Fil 1:14 - “Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut”.

 

f)  “dan dari Timotius saudara kita” (ay 1a).

 

1.  Ini tidak berarti bahwa Timotius juga adalah penulis surat ini.

 

2.  Sebutan ‘saudara kita’ bagi Timotius menunjukkan kerendahan hati Paulus.

 

3)  “(1b) kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami (2) dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu” (ay 1b-2).

 

a)  kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami.

 

1.  Filemon adalah nama dari seorang Kristen Yunani, yang artinya adalah ‘a friend’ (= seorang teman); dan ia mungkin tinggal di Kolose.

 

a.  Onesimus, hamba Filemon, disebut ‘seorang dari antaramu’ dalam Kol 4:9.

 

Kol 4:9 - “Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini”.

 

b.  Arkhipus, yang menjadi penerima surat ini bersama-sama dengan Filemon, juga muncul dalam surat Kolose.

 

Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya”.

 

2.  Filemon adalah tujuan utama dari surat Paulus ini, karena ialah tuan / pemilik dari budak bernama Onesimus ini (ay 15-16).

 

3.  Dari kata-kata Paulus ini jelas bahwa Filemon adalah orang Kristen yang saleh, yang juga melayani Tuhan.

 

4.  Paulus menyebut Filemon sebagai ‘teman sekerja kami’.

 

KJV: ‘fellowlabourer’ (= rekan / teman / sesama pekerja).

 

a.  Jabatan / kedudukan Filemon.

 

b.  Pulpit Commentary: Paulus percaya pada pekerjaan - pada pekerjaan berat.

 

2Kor 11:23,27,28 - “(23) Apakah mereka pelayan Kristus? - aku berkata seperti orang gila -aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. ... (27) Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, (28) dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat”.

 

Mark 3:20 - “Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.

 

Mark 6:31 - Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’ Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

 

c.  Penyebutan ‘rekan sekerja’ terhadap Filemon ini lagi-lagi menunjukkan kerendahan hati Paulus.

 

Ay 19c: “karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri”.

 

d.  Pauluspun membutuhkan ‘teman sekerja’ / ‘rekan pekerja’, dan ia menghargainya.

 

Ro 12:4-8 - “(4) Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (5) demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (6) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (7) Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (8) jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita”.

 

1Kor 12:7,18 - “(7) Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. ... (18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya”.

 

e.  Filemon, dan juga semua orang Kristen yang melayani Tuhan, bukan hanya bisa disebut sebagai ‘rekan kerja’ Paulus, tetapi juga ‘rekan kerja Allah’ sendiri!

 

1Kor 3:9a - “Karena kami adalah kawan sekerja Allah”.

 

KJV: ‘For we are labourers together with God’ (= Karena kami adalah pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah).

 

NIV: ‘For we are God’s fellow workers’ (= Karena kami adalah rekan-rekan pekerja Allah).

 

b)  dan kepada Apfia saudara perempuan kita.

 

c)  dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita.

 

1.  Matthew Henry menganggap bahwa Arkhipus adalah pendeta di gereja di rumah Filemon itu.

 

Kol 4:17 - “Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya”.

 

2.  teman seperjuangan’.

 

a.  Kata-kata ‘teman seperjuangan’ dalam KJV adalah ‘fellow soldier’ (= rekan tentara).

 

b.  Bagi saudara, yang mana yang lebih menyenangkan / membanggakan: disebut sebagai ‘rekan’ oleh orang seperti Paulus, atau disebut sebagai ‘rekan’ oleh seorang konglomerat?

 

c.  Matthew Henry mengatakan bahwa seorang pelayan Tuhan harus memandang diri sendiri sebagai pekerja dan tentara.

 

d)  dan kepada jemaat di rumahmu.

 

A. T. Robertson: Gereja yang bertemu di rumah Filemon. ... Sebelum abad ketiga tidak ada bukti tertentu tentang bangunan-bangunan gereja yang khusus untuk ibadah.

 

1Kor 16:19 - “Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu”.

 

Ro 16:5 - “Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus”.

 

Kol 4:15 - “Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya.

 

1.  jemaat - ‘church’ (= gereja).

 

2.  Kata ‘gereja’ menunjuk kepada orang-orang kristen dalam gereja itu.

 

4)  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu (ay 3).

 

Hendriksen: Ini adalah bentuk salam yang ditemukan dalam kebanyakan surat-surat Paulus. ... Apa yang kita lihat di sini dalam surat Roma, dsb, adalah bahwa bentuk salam Yunani telah dikombinasikan dengan bentuk salam Yahudi. Orang Yunani berkata ‘KHAIRE!’ = ‘Sukacita bagimu!’ Orang Yahudi berkata ‘SHALOM!’ = ‘Damai!’. Tetapi, bukan hanya bahwa kedua salam ini telah digabungkan oleh Paulus tetapi pada saat yang sama keduanya telah diubahkan menjadi suatu salam Kristen yang khusus. Perhatikan, dalam hubungan ini, bahwa KHAIRE telah diubah menjadi KHARIS = kasih karunia.

 

a)  kasih karunia’.

 

Ro 11:5-6 - “(5) Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. (6) Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

 

ISBE: ‘Kasih karunia’ dalam arti ini merupakan suatu sikap dari Allah yang keluar sepenuhnya dari dalam diriNya sendiri, dan itu tidak disyaratkan oleh apapun dalam obyek dari kebaikanNya. ... Jadi, ‘kasih karunia’ dalam arti ini merupakan lawan kata dari ‘pekerjaan / perbuatan baik’ atau ‘hukum Taurat’; ... Tentu saja arti kasih karunia inilah yang mendominasi Ro 3-6, khususnya dalam thesis 3:24, sementara penggunaan yang sama ditemukan dalam Gal 2:21; Ef 2:5,8; 2Tim 1:9. Arti ketat yang sama mendasari Gal 1:6 dan ditemukan dalam formulasi yang kurang tajam dalam Tit 3:5-7. ... Di luar tulisan Paulus, definisinya tentang kata ini kelihatannya diadopsi / diambil dalam Yoh 1:17; Kis 15:11; Ibr 13:9, sementara suatu penyimpangan dari definisi ini yang mengarah pada antinomianisme merupakan subyek dari cercaan dalam Yudas 4. Dan, tentu saja, dari kata ini dalam arti tekhnis dari Pauluslah berkembang doktrin Protestan yang panjang lebar tentang kasih karunia.

 

Ro 3:23-24 - “(23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (24) dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus”.

 

Gal 2:21 - “Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus”.

 

Ef 2:5,8 - “(5) telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh kasih karunia kamu diselamatkan - ... (8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”.

 

2Tim 1:9 - “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”.

 

Gal 1:6 - “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain”.

 

Tit 3:5-7 - “(5) pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (6) yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, (7) supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita”.

 

Yoh 1:17 - “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus”.

 

Kis 15:11 - “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.’”.

 

Ibr 13:9 - “Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu”.

 

Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus”.

 

Ro 6:14-15 - “(14) Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. (15) Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!.

 

Gal 5:4 - “Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

 

Hendriksen: Kasih karunia, seperti digunakan di sini, adalah kebaikan Allah yang spontan dan tak layak kita terima, kebaikanNya yang diberikan dengan cuma-cuma, memberikan keselamatan kepada orang-orang berdosa yang penuh dengan kesalahan yang berpaling kepadaNya untuk perlindungan. ... Kita berpikir tentang seorang Hakim yang bukan hanya mengampuni hukuman tetapi juga membatalkan kesalahan dari si pelanggar dan bahkan mengadopsinya sebagai anaknya sendiri.

 

b)  damai sejahtera’.

 

Hendriksen: Kasih karunia membawa damai. Yang terakhir merupakan suatu keadaan damai dengan Allah, dan suatu kondisi, suatu keyakinan di dalam batin / hati bahwa sebagai akibatnya semua baik-baik saja. Ini bukanlah bayangan dari langit yang tidak berawan dalam air yang tenang dari suatu danau yang indah, tetapi lebih seperti celah dari batu karang dalam mana Tuhan menyembunyikan anak-anakNya ketika badai sedang mengamuk.

 

 

-AMIN-