Bagaimana menaklukkan dan membongkar fitnah/dusta/kepalsuan

Saksi-saksi palsu Yehuwa?

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


PELAJARAN I

SEJARAH, TOKOH-TOKOH, & BAHAYANYA

SAKSI YEHUWA

 

A) Nama ‘Saksi Yehuwa’.

 

 

Sebetulnya bukan dari semula gerakan ini / orang-orangnya dinamakan ‘Saksi Yehuwa’ / ‘Saksi-Saksi Yehuwa’. Mula-mula mereka sekedar menamakan diri sebagai ‘Siswa-Siswa Alkitab’. Nama ‘Saksi Yehuwa’ / ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ ini baru muncul pada tahun 1931, yaitu pada jaman Joseph Franklin Rutherford (pemimpin kedua dari Saksi Yehuwa, pengganti dari Charles Taze Russell).

 

Nama ini diambil dari / didasarkan pada Yes 43:10-12 - “(10) ‘Kamu inilah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan hambaKu yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepadaKu dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. (11) Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu. (12) Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN,’ dan Akulah Allah”.

 

Perlu saudara ketahui bahwa dalam Perjanjian Lama, ada 2 macam kata ‘Tuhan’. Kata ‘Tuhan’ (hanya huruf pertamanya yang menggunakan huruf besar) diterjemahkan dari kata Ibrani ADONAY, sedangkan kata ‘TUHAN’ (semua menggunakan huruf besar) diterjemahkan dari kata Ibrani YHWH / YAHWEH. Tetapi Saksi-Saksi Yehuwa menyebutnya ‘Jehovah’ (dalam bahasa Inggris) / ‘YEHUWA’ (dalam bahasa Indonesia).

 

Dan yang dipakai dalam Yes 43:10,11,12 ini adalah kata ‘TUHAN’ (semua menggunakan huruf besar). Dari situ akhirnya muncul nama:

 

·        ‘Saksi Yehuwa’ (untuk gerakannya).

 

·        ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ (untuk orang-orangnya). Dalam bahasa Inggris digunakan istilah ‘Jehovah’s Witnesses’ untuk orang-orang yang mengikuti gerakan ini.

 

Mereka biasanya menyebut dirinya sendiri ‘Witness’ / ‘Saksi’.

 

Jangan ‘silau’ karena nama yang begitu megah yang mereka gunakan, karena sebagaimana ada Injil yang benar dan Injil yang berbeda / yang lain (Gal 1:6-9  2Kor 11:4), ada Yesus yang benar dan Yesus yang lain (2Kor 11:4), ada Roh (Kudus) dan Roh yang lain (2Kor 11:4), maka jelas bahwa ada Saksi yang benar dan Saksi-Saksi yang palsu!

 

B) Sejarah Saksi Yehuwa dan tokoh-tokohnya.

 

1)    Charles Taze Russell.

 

·        Charles Taze Russell dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat.

 

Dalam mempelajari suatu ajaran sesat, tahun dimulainya ajaran sesat itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Memang ada ajaran Saksi Yehuwa yang diambil dari Arianisme, yang sudah ada pada abad keempat Masehi, dan ada juga ajaran mereka yang diambil dari gereja Advent, yang sudah ada sebelum saat ini. Tetapi juga ada ajaran-ajaran yang merupakan ciri khas ajaran mereka (seperti larangan transfusi darah, 144.000 orang saja yang masuk surga, dsb). Kalau ajaran itu memang merupakan ajaran yang berasal dari Kitab Suci, merupakan sesuatu yang mustahil bahwa dalam sepanjang 18 abad tidak ada orang yang bisa menemukannya!

 

Karena itu hati-hatilah dengan setiap ajaran / praktek, yang selama puluhan abad tidak pernah ada dalam sejarah gereja, tetapi tahu-tahu muncul, dan diclaim sebagai ajaran dari Allah / Kitab Suci!

 

·        Russell berasal dari gereja Presbyterian, dan pada usia muda ia mempunyai rasa takut yang hebat tentang neraka, dan sering memperingatkan orang-orang tentang api neraka.

 

·        Seorang penulis di internet mengatakan bahwa pada tahun 1868, pada saat Russell berusia 16 tahun, ia sudah ‘kehilangan iman’. Ia sudah mulai meragukan, bukan hanya credo-credo / pengakuan-pengakuan iman dan doktrin-doktrin dari gereja, tetapi juga Allah dan Alkitab sendiri. Ini menunjukkan bahwa ia sebetulnya bukan murtad, tetapi memang tidak pernah betul-betul beriman.

 

·        pada usia 17 tahun Russell terlibat dalam suatu diskusi panjang dengan seseorang yang tidak mempercayai neraka, dan ia menjadi yakin bahwa orang itu benar (Fritz Ridenour, ‘So What’s the Difference’, hal 106). Ia lalu menolak doktrin tentang neraka / huku­man kekal, karena ia menganggap bahwa Allah yang maha kasih itu tidak mungkin akan membuang orang ke dalam neraka untuk disiksa sampai selama-lamanya. Pengertian / penyorotan yang tidak seimbang tentang kasih dan keadilan Allah, dimana ia terlalu menyoroti kasih Allah dan mengorbankan / mengabaikan keadilan Allah, menyebabkan ia sesat.

 

Sebetulnya Russell bukan hanya keberatan terhadap doktrin tentang neraka, tetapi terhadap doktrin tentang Predestinasi, khususnya tentang Reprobation (= Penetapan binasa).

 

 

·        Pada tahun 1870, pada usia 18 tahun, Russell membentuk suatu ‘Bible Class’ (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup itu.

 

·        Pada tahun 1879, Russell mulai menerbitkan majalah yang dinamakan ‘The Herald of the Morning’, yang akhirnya menjadi ‘The Watchtow­er’ / ‘Menara Pengawal’, yang merupakan majalah yang paling terkenal dari Saksi Yehuwa.

 

Seorang penulis di internet mengatakan bahwa sebetulnya bukan Russell yang memulai penerbitan majalah tersebut. Ia mengambil alih majalah tersebut dari tangan orang-orang Advent, pada saat majalah itu bangkrut.

 

·        Russell menulis buku yang berjudul Studies In the Scriptures’ (= Pelajaran-pelajaran dalam Kitab Suci), yang terdiri dari 7 volume. 6 volume diterbitkan dalam masa hidupnya, tetapi volume ke 7nya diedit dari tulisan-tulisannya dan diterbitkan setelah kematiannya pada tahun 1917 (ia mati pada tahun 1916).

 

·        Russell mempunyai kehidupan yang brengsek, antara lain:

 

¨      menjual ‘gandum ajaib’, yang jelas merupakan suatu penipuan.

 

¨      perzinahan, sehingga dicerai oleh istrinya.

 

¨      berdusta bahwa ia melakukan pelayanan-pelayanan / khotbah-khotbah yang sebetulnya tidak pernah ia lakukan (Walter Martin, ‘The Kingdom of the Cults’, hal 41-42). Ini dituduhkan oleh ‘The Brooklyn Daily Eagle’, hal 18, tanggal 19 Februari 1912, dengan judul ‘Pastor Russell’s Imaginary Sermons’ (= Khotbah-khotbah khayalan Pendeta Russell).

 

¨      sumpah palsu dalam pengadilan. Ia mengaku mengerti bahasa Ibrani, Yunani dan Latin, padahal akhirnya terbukti ia sama sekali tidak mengerti bahasa-bahasa itu, dan bahkan tidak mengetahui alfabet bahasa Yunani.

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “kehidupan pribadi Pdt. Russell tidak cocok dengan ajarannya sendiri. Ny. Russell pernah menuntut suaminya untuk diceraikan karena hubungannya dengan seorang wanita bernama Rose Ball. Ia menyangkal tuduhan itu dan baru mengaku ketika sudah terjepit. Istrinya tidak diperkenankan bercerai atas dasar perzinahan, tetapi boleh atas dasar ‘keangkuhan’ dan ‘tindakan sewenang-wenang’ dari pihak sang suami, yang menjadikan hidup sang istri tak tertahankan. Setelah peristiwa perceraian itu, sekali lagi Pdt. Russell ditangkap karena ia memindahkan hak milik harta bendanya kepada perseroan-perseroan dan lembaga-lembaga yang dikuasainya secara mutlak. Hal itu dilakukannya supaya dapat menghindarkan diri daripada membayar uang penyelesaian cerai kepada istrinya. Sebuah surat kabar di kota New York pernah menuduh bahwa Pdt. Russell menjual ‘gandum ajaib’ seharga kira-kira empat kali lipat harga pasaran. Ketika ia dibawa ke pengadilan, ia mengakui bahwa dakwaan itu mengandung unsur-unsur kebenaran. Pada tahun 1912, seorang pendeta gereja Baptis bangsa Kanada menerbitkan sebuah surat selebaran yang menyerang ajaran-ajaran C. T. Russell. Russell lalu menuntut pendeta Baptis tersebut, tapi hakim akhirnya membenarkan isi dan makna terbitan itu. Dalam rangka kasus itu, ada tanya jawab yang cukup menarik, antara seorang advokat dan Pdt. Russell. Yang berikut ini adakah kutipan secara harfiah dari tarikh pengadilan:

Advokat:   Tahukah bapak abjad bahasa Yunani?

Russell:    Tentu saja.

Advokat:   Apakah bapak dapat menyebutkan nama huruf-huruf dalam bahasa Yunani, jika dilihat?

Russell:    Sebagian; mungkin saya keliru sekali-sekali.

Advokat:   Maukah bapak menyebutkan nama huruf-huruf di sini, dalam Kitab Perjanjian Baru bahasa asli ini, di sebelah atas halaman 447?

Russell:    Umm ... mungkin tak dapat.

Advokat:   Bapak tidak tahu huruf-huruf apakah ini? Lihat lagi; apakah pasti tidak tahu?

Russell:    Cara saya ... (Hakim tak mengizinkan dia meneruskan kalimat itu.)

Advokat:   Apakah bapak mengetahui bahasa Yunani?

Russell:    Tidak.” - hal 13-14.

 

Catatan:

 

*        Rose Ball sebetulnya belum pantas disebut ‘seorang wanita’, karena menurut seorang penulis di internet pada saat itu usianya baru 10 tahun. Penulis di internet tentang hal ini menganggap ini bukan sekedar sebagai perzinahan, tetapi sebagai ‘child sexual abuse’ (= penyalahgunaan sexual terhadap anak).

 

*        Walter Martin mengaku mempunyai transkrip pengadilan tentang persoalan perzinahan ini.

 

*        Seorang penulis di internet memberikan transkrip itu.

 

Salah satu bagian yang merupakan pengakuan dari Rose Ball yang ia berikan kepada istri Russell, yang lalu disampaikan ke pengadilan berbunyi sebagai berikut:

“he puts his arms around her and kissed her. ... and he called her his little wife, but she said ‘I am not your wife.’ and he said ‘I will call you daughter, and a daughter has nearly all the privileges of a wife.’ ... Rose has told me, that you have been in the habit of hugging and kissing her and having her sit on your knee and fondling each other, and she tells me you bid her under no account to tell me, but she couldn’t keep it any longer” [= ia merangkulnya dan menciumnya. ... dan ia menyebutnya istri kecilnya, tetapi ia berkata ‘Aku bukan istrimu.’ dan ia berkata ‘Aku akan menyebutmu putri / anak perempuan, dan seorang anak perempuan mempunyai hak-hak yang hampir sama dengan seorang istri.’ ... Rose telah memberi tahu saya, bahwa engkau telah biasa memeluk dan menciumnya dan mendudukkannya pada lututmu dan saling membelai, dan ia memberi tahu saya bahwa engkau memintanya untuk bagaimanapun juga tidak memberi tahu saya, tetapi ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi] - internet.

 

Sebetulnya saya tidak terlalu senang mempelajari dan mengajarkan / menuliskan tentang kehidupan brengsek dari Russell. Tetapi saya tetap mengajarkan dan menuliskannya. Mengapa? Karena Saksi-Saksi Yehuwa sering membanggakan kesalehan mereka, dan juga memberikan bermacam-macam tuduhan / fitnahan tentang kejahatan orang-orang kristen. Dengan mengetahui kebrengsekan dalam Saksi-Saksi Yehuwa maka hal-hal ini bisa kita gunakan untuk melakukan serangan balik.

 

Kehidupan Russell yang brengsek ini membuat ada Saksi-Saksi Yehuwa tidak mau disangkut-pautkan dengan Russell ataupun disebut sebagai pengikut ajaran Russell / Russellisme (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 14), sekalipun tidak dapat disangkal bahwa Russell adalah pendiri Saksi Yehuwa, dan sampai sekarang banyak sekali ajaran Russell yang tetap dipercayai dan diajarkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

 

 

*        “Russell took every opportunity to make money, and legal clashes were frequent as a result” (= Russell menggunakan setiap kesempatan untuk mendapatkan uang, dan sebagai akibatnya sering terjadi bentrokan hukum / pengadilan) - ‘The Kingdom of the Cults’, hal 45.

 

*        “... despite his protestations about earthly governments and laws being organizations of the devil, he was always the first to claim their protection when it was convenient for him to do so” (= ... sekalipun ia memberikan protes tentang pemerintah-pemerintah dan hukum-hukum duniawi sebagai organisasi-organisasi dari setan, ia selalu adalah yang pertama-tama menuntut perlindungan mereka pada waktu itu merupakan sesuatu yang menyenangkan baginya untuk melakukannya) - ‘The Kingdom of the Cults’, hal 42.

 

Tetapi Russell bukan satu-satunya yang cepat dalam menggunakan jasa pengadilan. Saksi-Saksi Yehuwa jaman sekarang juga melakukannya. Mereka menuntut dokter-dokter dan rumah-rumah sakit yang memberikan tranfusi ‘secara paksa’ kepada Saksi-Saksi Yehuwa. (‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 185-186).

 

Encyclopedia Britannica 2000: “The Witnesses ... oppose blood transfusions on a scriptural basis, and have won many cases in the U.S. courts establishing their right to speak and to witness in accordance with their belief” (= Saksi-Saksi ... menentang transfusi darah berdasarkan Kitab Suci, dan telah memenangkan banyak kasus di pengadilan Amerika Serikat untuk menegakkan hak mereka untuk berbicara dan untuk bersaksi sesuai dengan kepercayaan mereka).

 

Sebagai suatu perbandingan, kalau kita menganggap bahwa seorang dukun menggunakan kuasa gelap / setan, maka sekalipun kita harus sakit atau mati, kita tetap tidak boleh meminta jasa dari dukun tersebut. Tetapi Saksi-Saksi Yehuwa ini, sekalipun menganggap pemerintah / pengadilan itu dari setan, tetap meminta jasa mereka pada saat mereka membutuhkan. Ini menunjukkan betapa tidak konsistennya orang-orang sesat ini!

 

 

Ada 2 versi tentang cara Russell meramal, yaitu:

 

*        Dr. Kurt Koch mengatakan bahwa Russell mempercayai bahwa Adam dan Hawa diciptakan pada tahun 4126 S. M., dan ia lalu menambahkan ini dengan 6000 tahun (mungkin dari 6 hari penciptaan, dan 2Pet 3:8 dimana 1 hari sama dengan 1000 tahun) sehingga ia menda­patkan tahun 1874. Pada waktu ramalam ini gagal, ia lalu menambahkan dengan bilangan 40, yang ia anggap sebagai masa pencobaan umat Allah, sehingga ia mendapatkan bilangan 1914 (Kurt Koch, ‘Occult ABC’, hal 108).

 

*        Tetapi menurut suatu tulisan di internet, Russell mendapatkan bilangan 1874 dari ukuran bagian dalam dari suatu piramid di Mesir, yang menurut dia mengandung rahasia nubuatan yang diketahui hanya oleh dia. Ada 2 bagian yang diukur, bagian yang pertama ukurannya 1542 inci, dan dianggap menyimbolkan tahun 1542 S. M., dan bagian yang kedua ukurannya 3416 inci, dan ini dianggap menyimbolkan 3416 tahun. Lalu 1542 S. M. + 3426 tahun = 1874 M.

 

Setelah nubuat ini gagal, maka buku dimana ia menuliskan hal ini, diubah. Bilangan 3416 inci berubah menjadi 3457 inci, yang menyimbolkan 3457 tahun. Dan lalu dihasilkan tahun 1915, atau akhir dari tahun 1914.

 

Penulis di internet itu lalu mengatakan bahwa piramidnya Russell bertumbuh 41 inci dalam waktu 19 tahun (selisih tahun penerbitan kedua buku tersebut).

 

Untuk menutupi kesalahannya / kegagalan nubuatnya, ia lalu mengatakan bahwa pada tahun 1914 itu Yesus memang sudah datang keduakalinya, tetapi Ia datang secara rohani, sehingga tidak terlihat!

 

Kegagalan nubuatnya hampir memunahkan gerakan ini.

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “Ketika ramalan ini ternyata meleset, gerakan itu hampir punah. Jumlah peredaran terbitan-terbitan mereka berkurang dari 71 juta eksemplar dalam tahun 1914 menjadi 30 juta dalam tahun 1916” - hal 15.

 

Tetapi gerakan Russell ini tetap tidak punah.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “Russell’s movement survived the embarrassment caused by the apparent failure of his apocalyptic prediction, as well as the problems caused by his separation from his wife and numerous lawsuits” (= Gerakan Russell tetap bertahan  hidup terhadap rasa malu yang disebabkan oleh kegagalan yang nyata dari ramalan apokaliptiknya, maupun terhadap problem-problem yang disebabkan oleh perpisahannya dengan istrinya dan banyak tuntutan hukum).

 

·        Ia mati pada tanggal 31 Oktober 1916 dan saya yakin bahwa pergi ke neraka yang tidak dipercayainya. Perhatikan bahwa setelah ramalannya meleset untuk keduakalinya, Tuhan memberikan ia waktu 2 tahun untuk bertobat, tetapi ia tidak bertobat. Sekarang ia pasti ‘sudah bertobat’ dari kepercayaan sesat itu, tetapi sayang sudah terlambat.

 

Jangan meniru Russell yang ‘terlambat bertobat’ itu. Kalau saudara belum pernah bertobat / percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, datanglah kepada Dia sekarang juga, dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara. Setiap saudara adalah orang berdosa, dan karena itu setiap saudara membutuhkan Yesus sebagai Juruselamat saudara. Tanpa Yesus sebagai Juruselamat saudara, saudara akan masuk ke neraka selama-lamanya!

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “Dan dalam tahun 1916 itu juga Charles Taze Russell meninggal. Meski kecewa dan bingung atas kegagalan ramalannya, ia masih tetap bergiat. Ia meninggal pada waktu naik kereta api, sedang bepergian untuk menyebarkan doktrin-doktrinnya” - hal 15.

 

 

Seorang penulis di internet mengatakan:

“By the time of his death, Charles Taze Russell had travelled more than a million miles dan preached more than 30,000 sermons. He had authored works totaling some 50,000 printed pages, and nearly 20,000,000 copies of his books and booklets had been sold” (= Pada saat kematiannya, Charles Taze Russell telah menempuh lebih dari satu juta mil dan mengkhotbahkan lebih dari 30.000 khotbah. Ia telah mengarang sekitar 50.000 halaman cetak, dan hampir 20 juta buku dan buku tipisnya telah terjual).

 

Renungkan: bagaimana kalau giatnya saudara dalam melayani Tuhan dibandingkan dengan giatnya orang sesat ini?

 

 

2)    Joseph Franklin Rutherford.

 

·        Joseph Franklin Rutherford dilahirkan pada tahun 1869 di Mis­souri, Amerika Serikat.

 

·        Setelah tamat Perguruan Tinggi, ia belajar pada seorang Sarjana Hukum yang terkenal, lalu ia menjadi penulis pengadilan, pengaca­ra, dan akhirnya menjadi hakim. Pada waktu Russell berulangkali masuk ke pengadilan, Joseph Franklin Rutherford inilah yang menjadi pengacara yang membela Russell.

 

·        Pada tahun 1894, ia membeli tiga buah buku Russell, yang menjadikannya seorang Saksi Yehuwa. Ini menunjukkan effektifnya literatur Saksi Yehuwa!

 

·        Pada tahun 1904, ia dan istrinya membaktikan diri pada gerakan Russell.

 

·        Pada tahun 1916, 2 bulan setelah kematian Russell, ia menggantikannya menjadi pemimpin Saksi Yehuwa.

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “Masa itu adalah masa yang gelap bagi gerakannya. Banyak anggotanya yang mundur setelah gagalnya ramalan hari kiamat pada tahun 1914 itu, serta meninggalnya orang yang telah meramalkannya” - hal 16.

 

·        Dalam suasana tegang selama Perang Dunia I, ia dan beberapa rekannya masuk penjara karena menolak untuk memberi hormat kepada bendera dan wajib militer. Tetapi ia lalu dibebaskan pada tahun 1919 (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 16).

 

·        Rutherford dan Saksi-Saksi Yehuwa di bawah pimpinannya tidak belajar dari kesalahan Charles Taze Russell, dalam memberikan nubuat-nubuat yang ternyata juga gagal.

 

Dalam buku ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 163, dikatakan:

“dari tahun 1918 terus sampai tahun 1925, mereka mengumumkan, ‘Jutaan orang yang sekarang hidup tidak akan pernah mati.’”.

 

Seorang penulis di internet mengatakan bahwa ia juga menubuatkan bahwa pada tahun 1925 Abraham, Ishak dan Yakub akan dibangkitkan untuk memerintah sebagai pangeran-pangeran atas seluruh bumi. Tentu saja nubuat ini gagal, tetapi bagusnya, setelah nubuat itu gagal, Rutherford berkata:

“I made an ass of myself” (= Aku telah membuat diriku sendiri seekor keledai) - dikutip dari majalah ‘The Watchtower’, 1 Oktober, 1984, hal 24.

 

Seorang penulis di internet menuliskan 181 nubuat salah / palsu (total 24 halaman) dalam kalangan Saksi Yehuwa mulai dari tahun 1877 sampai tahun 1995. Ia menyebutkan bunyi nubuatnya, tahun dikeluarkan nubuat itu, dan dari buku apa ia mengambil nubuat itu.

 

Bdk. Ul 18:20-22 - “(20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? - (22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.’”.

 

Text ini jelas menyatakan bahwa satu nubuat yang gagal sudah cukup bagi kita untuk menganggap si pemberi nubuat sebagai nabi palsu!

 

·        Pada saat Rutherford baru naik takhta (tahun 1917), terjadi perpecahan dalam kalangan Saksi-Saksi Yehuwa. Ini disebabkan karena Rutherford mencela nubuat Russell berkenaan dengan piramid di Mesir, dan mengatakan bahwa itu merupakan suatu usaha untuk menemukan kehendak Allah di luar Kitab Suci. Banyak pengikut dari teori Russell yang meninggalkan gerakan ini sebagai akibat kata-kata Rutherford ini, dan Rutherford bahkan mengancam bahwa orang-orang ini akan ‘mengalami penghancuran’ jika mereka tidak bertobat (Walter Martin, ‘The Kingdom of the Cults’, hal 47).

 

Buku Saksi-Saksi Yehuwa yang berjudul 'Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah', hal 66-69, juga menceritakan adanya perpecahan ini dengan kata-kata sebagai berikut:

“Tidak semua orang mendukung presiden yang baru. ... Beberapa orang, terutama yang berada di kantor pusat, secara terang-terangan tidak suka kepada Saudara Rutherford. ... Empat anggota dari dewan direksi Lembaga bertindak sedemikian jauh sampai berusaha keras untuk merebut kendali dari tangan Rutherford. ... Situasi ini mencapai puncak pada musim panas 1917, dengan diterbitkannya The Finished Mystery, jilid ketujuh dari Studies in the Scriptures. ... Pada kesempatan yang sama pula, suatu pengumuman yang mengejutkan diberikan - keempat direktur yang menentang telah diberhentikan dan Saudara Rutherford telah mengangkat empat orang lain untuk mengisi kekosongan. ... Hal itu laksana sebuah bom yang meledak! Keempat direktur yang diberhentikan menggunakan kesempatan itu untuk melancarkan perdebatan selama lima jam di hadapan keluarga Betel mengenai pengelolaan urusan-urusan Lembaga. Sejumlah orang dari keluarga Betel bersimpati dengan para penentang itu. Pertentangan ini berlanjut selama beberapa minggu, dan para perusuh mengancam untuk ‘menggulingkan tirani yang ada’, demikian menurut mereka. Namun, Saudara Rutherford memiliki dasar yang kuat untuk tindakan yang telah diambilnya. Apakah itu? Ternyata, walaupun keempat direktur yang menentang tersebut telah ditunjuk oleh Saudara Russell, penunjukan ini tidak pernah diteguhkan dengan pemilihan suara dari anggota-anggota badan hukum ini pada pertemuan tahunan Lembaga. Karena itu, keempat orang tersebut sama sekali bukan anggota sah dari dewan direksi! ... Pada tanggal 8 Agustus, para mantan direksi yang tidak puas beserta para pendukung mereka meninggalkan keluarga Betel; mereka diminta pergi karena kerusuhan yang telah mereka buat. Mereka segera menyebarkan tentangan melalui pidato kepada umum dan kampanye penulisan surat yang ekstensif ke seluruh Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Akibatnya, setelah musim panas tahun 1917, sejumlah sidang dari Siswa-Siswa Alkitab terbagi dalam dua golongan - mereka yang loyal kepada Lembaga dan mereka yang menjadi mangsa empuk dari mulut manis para penentang. ... Apa yang terjadi kemudian dengan para penentang itu dan pendukung-pendukung mereka? Setelah pertemuan tahunan bulan Januari 1918, para penentang itu memisahkan diri, bahkan memilih untuk merayakan sendiri Peringatan (Perjamuan Malam Tuhan), pada tanggal 26 Maret 1918. Persatuan apa pun yang mereka nikmati hanya berumur pendek, dan tidak lama kemudian mereka terbagi menjadi berbagai sekte. Dalam kebanyakan kasus jumlah mereka menurun dan kegiatan mereka berkurang atau berhenti sama sekali. Jelaslah, setelah kematian Saudara Russell, Siswa-Siswa Alkitab menghadapi ujian yang nyata berkenaan loyalitas. ... Menjelang tahun 1918 Siswa-Siswa Alkitab telah berhasil melewati ujian dari dalam” - ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 66-69.

 

Mengapa kita perlu tahu hal ini? Karena Saksi-Saksi Yehuwa menyerang kekristenan dan menyebutnya sebagai kemurtadan, dan menurut mereka ciri dari kemurtadan adalah perpecahan.

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan:

 

¨      “gereja-gereja Susunan Kristen dengan semua ajarannya yang tidak seleras dengan Alkitab dan perpecahan sekte” - ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 160.

 

¨      “Ciri lain dari kemurtadan adalah bahwa hal itu menimbulkan perpecahan” - ‘Pencarian Manusia Akan Allah’, hal 278.

 

Dan mereka lalu memberikan banyak contoh perpecahan dalam kekristenan. Lagi-lagi, Saksi-Saksi Yehuwa rupanya tidak mempunyai cermin untuk melihat diri mereka sendiri, yang juga mengalami perpecahan!

 

·        Ia mulai menerbitkan majalah yang berjudul ‘Awake’ (= Sedarlah), yang sekarang menjadi majalah nomer 2 dari Saksi Yehuwa.

 

·        Di bawah pimpinan Rutherford ini, pada tahun 1931, nama ‘Jehovah’s Witnesses’ / ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ mulai dipakai.

 

·        Ia menulis lebih dari 100 buku / pamflet, yang lalu diterjemah­kan ke dalam 80 bahasa. Ditinjau dari hal ini, terlihat dengan jelas bahwa ia jauh lebih berhasil dari Russell.

 

Seorang penulis di internet mengatakan bahwa setelah jaman Joseph Franklin Rutherford, maka penulis-penulis buku dalam kalangan Saksi Yehuwa selalu menyembunyikan namanya. Jadi hanya buku-buku karangan Charles Taze Russell dan Joseph Franklin Rutherford yang diberi nama pengarangnya.

 

·        Ia mati pada tanggal 8 Januari 1942, dan diganti oleh Nathan Homer Knorr.

 

3)    Nathan Homer Knorr.

 

·        Nathan Homer Knorr dilahirkan pada tahun 1905 di Pennsylvania, Amerika Serikat.

 

·        Ia mulai mengenal ajaran Saksi Yehuwa pada waktu ia masih ada di Sekolah Menengah Atas.

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “Sama seperti kebanyakan Saksi Yehuwa, Nathan Knorr tidak meneruskan pendidikannya di sekolah tinggi” - hal 17.

 

·        Pada tahun 1942 ia menggantikan Rutherford menjadi pemimpin Saksi Yehuwa.

 

·        Ia yang mengusulkan supaya Saksi-Saksi Yehuwa diberi indoktrinasi / pengajaran yang kuat, supaya dapat bersoal jawab pada waktu memberitakan ‘Injil’. Sebelum itu mereka hanya menggu­nakan literatur dan rekaman pada waktu memberitakan ‘Injil’.

 

·        Pada tahun 1945, ia melarang transfusi darah.

 

Larangan ini menimbulkan problem sampai sekarang, karena banyak Saksi-Saksi Yehuwa merelakan dirinya sendiri atau keluarganya mati demi mentaati larangan yang tidak punya dasar Kitab Suci ini!

 

·        Pada jaman pemerintahan Knorr inilah muncul Kitab Suci versi baru dari Saksi Yehuwa. Pada tahun 1950, dikeluarkan Perjanjian Baru dari Kitab Suci versi Saksi Yehuwa ini dan pada tahun 1960, dikeluarkan Perjanjian Lamanya, dan keseluruhannya direvisi pada tahun 1961. Kitab Suci / Alkitab versi Saksi Yehuwa ini disebut ‘New World Trans­lation’ (= Terjemahan Dunia Baru), dan biasanya disingkat dengan singkatan ‘NW’. Aslinya dalam bahasa Inggris dan lalu diterjemahkan ke dalam bermacam-macam bahasa lainnya. Saksi Yehuwa tidak pernah mempublikasikan siapa penterjemah dari ‘New World Translation’ tersebut. Tetapi konon kabarnya Knorr sendiri adalah salah satu dari para penterjemahnya, dan menurut seorang penulis di internet, Frederick W. Franz (yang menjadi pemimpin Saksi Yehuwa setelah kematian Knorr) adalah penterjemah terutama.

 

·        Ia mati pada bulan Juni 1977, dan digantikan oleh Frederick W. Franz.

 

4)    Frederick W. Franz.

 

·        Frederick W. Franz dilahirkan di Covington, Kentucky, Amerika Serikat, pada tanggal 12 September 1893 (jadi ia lebih tua dari pendahulunya, yaitu Nathan Homer Knorr).

 

·        Pada tahun 1899 keluarganya pindah ke Cincinnati, dan di sana Frederick lulus dari SMA pada tahun 1911. Ia lalu masuk Universitas Cincinnati, dan mengambil jurusan pengetahuan budaya. Ia telah memutuskan untuk menjadi penginjil Presbyterian, sehingga ia benar-benar tekun mempelajari Alkitab Yunani. Di Universitas tersebut, Frederick terpilih untuk menerima bea siswa Rhodes, yang membuat ia memenuhi syarat untuk masuk Universitas Oxford di Inggris.

 

·        Tetapi saudara laki-lakinya, Albert, mengirimkan sebuah buku kecil dari Saksi-Saksi Yehuwa kepadanya yang diperolehnya dari Siswa-Siswa Alkitab Internasional. Setelah itu Albert memberinya 3 jilid pertama dari ‘Studies in the Scriptures’. Ini membuat Frederick memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan gereja Presbyterian dan bergabung dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Ini lagi-lagi menunjukkan betapa effektifnya literatur dari Saksi Yehuwa.

 

·        Pada tanggal 30 November 1913 ia dibaptis, dan pada bulan Mei 1914 ia meninggalkan universitas untuk membuat persiapan untuk menjadi seorang perintis. Setelah Nathan Homer Knorr meninggal dunia pada bulan Juni 1977, Frederick W. Franz menggantikannya sebagai pemimpin / presiden dari Saksi-Saksi Yehuwa.

 

·        Dia meninggal pada tanggal 22 Desember 1992, pada usia 99 tahun.

 

·        Seorang penulis di internet mengatakan bahwa Frederick W. Franz digantikan oleh Milton G. Henschel, dan tentang orang ini saya nyaris tidak tahu apa-apa. Tetapi seorang penatua Saksi Yehuwa yang berdiskusi dengan saya mengatakan bahwa Henschel ini, sebelum ia mati, digantikan oleh orang lain, yang tidak ia ketahui namanya. Dan orang yang baru ini, adalah orang pertama yang menjadi presiden dari Saksi Yehuwa, yang tidak termasuk dalam kelompok ‘yang terpilih’ (yang termasuk dalam 144.000 orang yang akan masuk surga).

 

Catatan:

 

¨      Semua bahan tentang Frederick W. Franz ini saya dapatkan dari buku Saksi Yehuwa yang berjudul ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 111. Karena sumbernya adalah dari Saksi Yehuwa sendiri, maka jelas bahwa segala sesuatu tentang dia dibagus-baguskan, dan karena itu tidak semua bisa dipercaya.

 

¨      Seorang penulis di internet mengatakan bahwa Frederick W. Franz memang belajar bahasa Yunani tetapi yang ia pelajari adalah bahasa Yunani klasik, bukan bahasa Yunani Kitab Suci (yang berbeda dalam gramatikanya), dan ia hanya mempelajarinya sebanyak 21 jam semester. Sedangkan dalam hal bahasa Yunani Kitab Suci ia hanya belajar sebanyak 2 jam semester. Lalu tentang claim-claim lain bahwa Frederick W. Franz merupakan seorang scholar (= orang yang mampu membaca dan langsung menterjemahkan) dalam bahasa-bahasa Ibrani, Aram dan Latin, penulis ini mengatakan bahwa itu semua merupakan dusta. Bahasa Ibrani dan Aram tidak diberikan di Universitas tempat Frederick W. Franz belajar. Sedangkan tentang bahasa Latin, Frederick W. Franz hanya mengambil 15 jam semester, dan itu jelas tidak menjadikannya seorang scholar!

 

C) Bahayanya Saksi Yehuwa.

 

1)    Saksi-Saksi Yehuwa ini mirip Kristen!

 

Uang palsu yang makin mirip dengan uang asli tentu adalah yang paling berbahaya. Demikian juga dengan orang sesat / nabi palsu yang paling mirip dengan orang kristen / nabi asli! Apa kemiripan mereka dengan orang kristen?

 

a)   Saksi-Saksi Yehuwa selalu mengaku diri sebagai orang kristen, dari gereja kristen, yang berkeliling untuk memberitakan ‘Injil’.

 

Dulu, mereka tidak pernah mengaku diri sebagai Saksi-Saksi Yehuwa, kecuali kalau kita sudah mengetahuinya dan lalu mendesak mereka dengan pertanyaan: “Apakah kamu Saksi Yehuwa?”. Dulu, mereka juga selalu mengaku bahwa gereja mereka adalah gereja kristen ‘tanpa merk’, karena pada waktu ditanya ‘Saudara dari gereja mana?’, mereka biasanya menjawab: ‘Gereja Kristen’.

 

Bahwa Saksi-Saksi Yehuwa bisa membiasakan diri untuk melakukan dusta dengan perencanaan seperti itu, adalah sesuatu yang tidak bisa saya mengerti! Mungkin ini mereka lakukan karena dahulu mereka dilarang di Indonesia, tetapi ini tetap tidak membenarkan tindakan berdusta seperti itu.

 

Saya mendengar bahwa sekarang, setelah disahkan di Indonesia, mereka berani terang-terangan menggunakan nama Saksi Yehuwa, dan mengaku sebagai Saksi-Saksi Yehuwa.

 

Saksi-Saksi Yehuwa biasanya pergi berdua dalam memberitakan ‘Injil’, dan biasanya yang satu senior dan yang lain yuniornya yang sedang dilatih untuk memberitakan ‘Injil’.

 

Ini ciri khas mereka, dan ini perlu kita ingat supaya kita bisa mengenali Saksi-Saksi Yehuwa!

 

b)   Saksi-Saksi Yehuwa juga menggunakan Kitab Suci kita (sekalipun mereka mempunyai Kitab Suci mereka sendiri yaitu New World Translation / Terjemahan Dunia Baru) dan secara teoritis mereka mengakui Kitab Suci sebagai Firman Allah.

 

Catatan: sekalipun Saksi-Saksi Yehuwa selalu menggunakan singkatan NW untuk Kitab Suci mereka, tetapi dalam buku saya ini, kalau saya mengutip dari Kitab Suci mereka yang berbahasa Indonesia, maka saya akan menggunakan singkatan TDB, sedangkan kalau saya mengutip dari Kitab Suci mereka yang berbahasa Inggris, saya menggunakan singkatan NWT.

 

c)   Saksi-Saksi Yehuwa juga melakukan sakramen, yaitu:

 

·        Baptisan (selam) dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ini aneh, karena mereka tidak mempercayai Allah Tritunggal, tetapi mereka melakukan baptisan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

 

·        Perjamuan Kudus. Ini hanya mereka lakukan satu tahun satu kali, mengikuti kalender Yahudi, tanggal 14 bulan Nisan, setelah matahari terbenam (tanggal pada saat Yesus mati). Tetapi yang boleh ikut Perjamuan Kudus hanyalah orang-orang yang termasuk sebagai orang-orang terpilih, yaitu yang termasuk dalam 144.000 orang yang akan masuk ke surga (‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 299, 300). Jadi, dalam Perjamuan Kudus mereka, sekalipun roti dan anggur tetap diedarkan, hampir selalu tidak ada yang ikut ambil bagian dalam Perjamuan Kudus itu.

 

Tetapi, sekalipun mirip Kristen dan mengaku sebagai Kristen, tetapi sebetulnya:

 

a.   Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai sikap anti terhadap semua agama, khususnya kristen.

 

Mereka menganggap Kristen sebagai yang paling sesat, yang mereka sebut dengan anti Kristus, Babel besar, pelacur dari kitab Wahyu dsb. Mereka memerintahkan anggota-anggotanya yang ex Kristen untuk meninggalkan gereja asal mereka, dan mereka melarang anggota-anggotanya untuk masuk ke gereja Kristen.

 

John H. Gertsner: “Nothing is more characteristic of Russellism than its unmitigated hostility to religion. But it saves its greatest bile for the church of Christ. The church is not witnessing to the truth but professes to be doing so. What could be worse? ... He likened them to the ‘anti-Christ’ of the Book of Revelation, and declared that because they were so evil, the true believer must ‘come out from among them and be clean.’ But Rutherford, who regarded all religion as of the devil, outdid his master in pouring venom on the Christian church: ‘The greatest racket ever invented and practiced is that of religion. ... There are numerous systems of religion, but the most subtle, fraudulent, and injurious to humankind is that which is generally labeled the Christian religion’” (= Tidak ada yang lebih merupakan ciri khas dari Russellisme dari pada permusuhannya yang penuh / tak kepalang tanggung terhadap agama. Tetapi ia menyimpan kepahitannya yang terbesar untuk gereja Kristus. Gereja tidak menyaksikan kebenaran tetapi mengaku demikian. Apa yang bisa lebih buruk dari itu? ... Ia menyamakan mereka dengan ‘anti Kristus’ dari kitab Wahyu, dan menyatakan bahwa karena mereka begitu jahat, orang percaya yang sejati harus ‘keluar dari antara mereka dan menjadi bersih’. Tetapi Rutherford, yang menganggap semua agama sebagai dari setan, mengalahkan tuannya dalam mencurahkan bisa / racunnya pada gereja Kristen: ‘Penipuan yang terbesar yang pernah ditemukan dan dipraktekkan adalah penipuan agama. ... Ada banyak sistim agama, tetapi yang paling licik, curang, dan berbahaya bagi umat manusia adalah agama yang biasanya / pada umumnya dinamakan agama Kristen’) - ‘The Theology of the Major Sects’, hal 38.

 

Sikap anti-Kristen seperti itu juga diakui oleh Paul Blizard, seorang ex Saksi Yehuwa yang telah bertobat.

 

Paul Blizard: “All churches are of Satan” (= Semua gereja adalah dari setan) - internet.

 

Paul Blizard: “You must never enter a church building. ... You must never attend a church service” (= Kamu tidak pernah boleh memasuki bangunan gereja. ... Kamu tidak pernah boleh menghadiri kebaktian suatu gereja) - internet.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “The Witnesses have little or no association with other denominations ... Their suspicion of Satan’s wiles also extends to religious denominations, and for many years they disavowed the use of such terms as minister, church, or congregation in their organizational structure” (= Saksi-Saksi mempunyai sedikit hubungan atau tidak ada sama sekali dengan denominasi-denominasi yang lain. ... Kecurigaan mereka tentang tipu muslihat setan juga diperluas sampai denominasi-denominasi agama, dan untuk waktu yang lama mereka mengingkari penggunaan dari istilah-istilah seperti pendeta, gereja, atau jemaat dalam struktur organisasi mereka).

 

Mereka tidak menggunakan istilah ‘pendeta’, tetapi ‘penatua’ (Ini aneh, karena Russell sendiri disebut ‘pendeta’). Dan untuk gedung gerejanya mereka menyebut ‘Balai Kerajaan’ (‘Kingdom Hall’).

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan:

 

·        “‘Saudara Harus ... Meninggalkannya’ ‘Pergilah kamu, hai umatKu,’ Alkitab telah lama memperingatkan. Pergi dari mana? ‘Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.’ (Why. 17:5; 18:4) Mengapa harus pergi dari Babel? ‘Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.’ (Why. 18:5) Siapakah ibu dari wanita-wanita pelacur ini yang darinya orang-orang harus memisahkan diri? Martin Luther dan pemimpin-pemimpin Reformasi lainnya menunjuk Gereja Katolik dan kepausannya sebagai Babel Besar. ... C. T. Russell dan rekan-rekannya juga menyadari bahwa pelacur yang bernama buruk ini bukan hanya Gereja Katolik. ... Setiap gereja yang mengaku sebagai perawan suci yang ditunangkan kepada Kristus, tetapi dalam kenyataannya bersatu dengan dan didukung oleh dunia ini (binatang buas), harus kita kutuk sebagai gereja pelacur dalam bahasa Alkitab.’ ... Jika Anda bergabung dengan gereja yang hidup bersatu dalam perzinahan dengan dunia, Anda harus meninggalkannya, jika Anda ingin menjaga pakaian tetap putih.’” - ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 51-52.

 

·        “Siswa-Siswa Alkitab mengetahui, bahwa selaras dengan Wahyu 18:4, orang-orang seperti itu harus keluar dari ‘Babel’, yang mereka pahami ternyata ada dalam gereja nominal, gereja-gereja Susunan Kristen dengan semua ajarannya yang tidak selaras dengan Alkitab dan perpecahan sekte” - ‘Saksi-Saksi Yehuwa Pemberita Kerajaan Allah’, hal 160.

 

Tetapi jangan menafsirkan bahwa mereka membenci semua orang yang beragama lain / kristen. Mereka anti agama lain / Kristen, dalam arti mereka menganggap semua agama, khususnya Kristen, itu sesat. Mereka adalah satu-satunya gereja / ajaran yang benar.

 

b.   Saksi-Saksi Yehuwa menganggap orang-orang kristen sebagai sasaran ‘penginjilan’ yang terutama.

 

Mungkin karena mereka menganggap kristen sebagai yang paling sesat / berbahaya, maka mereka menjadikan orang-orang kristen sebagai sasaran utama ‘penginjilan’ mereka, dan ini menyebabkan mereka menjadi sangat berbahaya untuk orang-orang kristen, khususnya yang tidak terlalu mengerti Kitab Suci.

 

Pada tahun 1969, ada 100 Saksi-Saksi Yehuwa ditanyai, dan ter­nyata 61 orang dari mereka menjadi Saksi-Saksi Yehuwa setelah dewasa, dan 41 orang di antara 61 orang tersebut, dulunya adalah orang kristen (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 7).

 

2)    Saksi-Saksi Yehuwa luar biasa giatnya dalam memberitakan ‘Injil’.

 

Penekanan pelayanan pemberitaan ‘Injil’ secara luar biasa ini, selain menjadikan mereka sebagai sekte yang paling berbahaya, juga menyebabkan mereka mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya. Saksi Yehuwa adalah bidat / sekte yang paling cepat bertumbuh dari semua bidat. Dari tahun 1942-1952 (hanya dalam 10 tahun!) jumlah Saksi-Saksi Yehuwa meningkat secara luar biasa:

 

·        di Amerika Serikat meningkat 2 x lipat.

 

·        di Asia meningkat 5 x lipat.

 

·        di Eropah meningkat 7 x lipat.

 

·        di Amerika Selatan meningkat 15 x lipat.

 

(‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 8).

 

Pikirkan: dimana ada bidat, atau bahkan gereja kristen, yang bisa bertumbuh secepat itu dalam hal kwantitas / jumlah?

 

Seorang penatua Saksi Yehuwa yang berdiskusi dengan saya mengatakan bahwa pada saat ini dalam dunia ada sekitar 6 juta Saksi (ini tidak termasuk pengunjung biasa dalam kebaktian; yang disebut ‘Saksi’ adalah orang-orang yang sudah aktif memberitakan Injil dari rumah ke rumah). Dan pertambahan setiap tahun adalah sebanyak kira-kira 360.000 orang. Pertambahan 6 % setahun ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Seorang penulis di internet mengatakan bahwa puncak tertinggi dari pertumbuhan Saksi Yehuwa terjadi pada tahun 1974, yaitu mencapai 13 ½ %!

 

Kalau saudara mungkin bertanya: ‘Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?’, maka salah satu jawabnya adalah karena Saksi Yehuwa tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Semua Saksi-Saksi Yehuwa didorong dan dilatih untuk memberitakan ‘Injil’. Dan dalam buku ‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 23, dikatakan bahwa 65 % anggota-anggota Saksi Yehuwa aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan ini dengan orang kristen di Indonesia yang, menurut statistik yang saya dengar dari seorang misionaris, hanya ½ % yang memberitakan Injil).

 

Pemberitaan Injil memang merupakan pelayanan yang paling ditekankan, atau ditekankan secara luar biasa, dalam Saksi Yehuwa. Dahulu pada saat mereka dilarang di Indonesia, mereka tetap memberitakan ‘Injil’ dengan rajin dan berani, apalagi sekarang, setelah mereka disahkan / diijinkan.

 

Sikap militant / agresif dalam penginjilan ini, yang disertai kerelaan mengorbankan waktu, tenaga dan uang, demi gerakan mereka, membuat Saksi-Saksi Yehuwa ini makin berbahaya!

 

Saya mendengar bahwa di Kediri Saksi-Saksi Yehuwa memberikan les sekolah gratis 5 x seminggu kepada murid-murid SD, tetapi dalam les itu mereka juga menyelipkan ajaran sesat mereka. Karena itu para orang tua harus hati-hati kalau anaknya mendapatkan tawaran les sekolah gratis!

 

Encyclopedia Britannica 2000 mengatakan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa diharapkan untuk menghabiskan sebanyak mungkin waktu mereka untuk pemberitaan Injil dari rumah ke rumah. Dan Saksi-Saksi Yehuwa itu juga diwajibkan mencatat jam perkunjungan yang mereka lakukan, nama orang yang dikunjungi, majalah / buku / traktat yang mereka jual / berikan dan sebagainya.

 

Yang disebut ‘pioneer’ (= pelopor / perintis), sekalipun tetap mempunyai pekerjaan paruh waktu (part-time), tetapi harus menghabiskan 100 jam / bulan untuk pelayanan agama. Sedangkan yang disebut ‘special pioneer’ (= pelopor / perintis khusus / spesial) adalah pekerja-pekerja full-time yang digaji oleh Saksi Yehuwa, dan mereka ini harus menghabiskan sedikitnya 150 jam / bulan dalam pelayanan ini. Tetapi penatua Saksi Yehuwa yang berdiskusi dengan saya itu mengatakan bahwa mereka ini hanya diberi tempat tinggal, dan diberi makan, dan bukannya diberi gaji, tetapi hanya uang saku, yang jumlahnya kecil. Juga mereka ini tidak boleh menikah, karena kalau mereka menikah, biaya hidup untuk keluarganya menjadi memberatkan Saksi Yehuwa.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “Most members of a local congregation, or ‘company,’ are kingdom publishers, who are expected to spend five hours a week at meetings in Kingdom Hall and spend as much time as circumstances permit in doorstep preaching. Pioneer publishers hold part-time secular jobs and try to devote 100 hours a month to religious service. Special pioneers are full-time, salaried employees of the society who should spend at least 150 hours a month in this work. Each Kingdom Hall has an assigned territory and each Witness a particular neighbourhood to canvass. The sect takes great pains to keep records of the number of visits, back calls, Bible classes, and books and magazines distributed. Publishing activities include books, tracts, recordings, and periodicals, chief among which are a semimonthly magazine, the Watchtower, and its companion publication, Awake!, which during the early 1980s reached a circulation of more than 10,000,000 in some 80 languages”.

 

Catatan: ini tidak saya terjemahkan karena sudah saya berikan intisarinya di atas.

 

Beberapa ex Saksi Yehuwa menulis di internet untuk menunjukkan bahwa keharusan memberitakan Injil dan melaporkan hasilnya ini, merupakan suatu beban yang sangat besar bagi Saksi-Saksi Yehuwa.

 

¨      “Failing to report in any month earns the witness a special mention in the congregations report to the branch office - the witness is listed as ‘irregular’, which is a label most witnesses are terrified of. Essentially it means the witness is failing and other witnesses should be wary of that person. Once so labeled, the witness must report continually for the next six months before the label is removed. If the witness fails to report for six months their label is changed to ‘inactive’ - a polite way of saying the individual is dead spiritually. I once read an article in the WatchTower about someone who falsified their report and was caught out. This article pointed out the ‘proper’ response to such an individual. No doubt this article was published because the society had become aware that falsifying reports was a world wide problem, and local congregations needed some ‘guidance’ on how to deal with such persons. Can you imagine the amount of pressure individual witnesses are under - the sort pressure that would make them falsify their reports?” (= Kegagalan untuk melaporkan dalam bulan apapun menyebabkan Saksi itu mendapatkan sebutan khusus dalam laporan jemaat kepada kantor cabang - Saksi itu didaftarkan sebagai ‘tidak teratur / tidak beres’, yang merupakan nama / sebutan yang ditakuti oleh kebanyakan Saksi. Pada hakekatnya itu berarti bahwa Saksi itu gagal dan Saksi-Saksi yang lain harus waspada terhadap orang itu. Sekali diberi sebutan seperti itu, Saksi itu harus melapor secara terus menerus untuk 6 bulan mendatang, sebelum nama / sebutan itu disingkirkan. Jika Saksi itu gagal untuk melapor untuk 6 bulan yang mendatang, nama / sebutan itu diganti menjadi ‘tidak aktif’ - suatu cara yang sopan untuk mengatakan bahwa orang itu mati secara rohani. Saya pernah membaca suatu artikel dalam Menara Pengawal tentang seseorang yang memalsukan laporan mereka, dan tertangkap / ketahuan. Artikel itu menunjukkan tanggapan yang ‘pantas’ terhadap orang seperti itu. Tidak diragukan bahwa artikel ini dipublikasikan karena perkumpulan itu telah menyadari bahwa pemalsuan laporan merupakan problem di seluruh dunia, dan jemaat lokal membutuhkan ‘bimbingan’ tentang bagaimana menangani orang-orang seperti itu. Bisakah engkau bayangkan besarnya tekanan terhadap setiap Saksi - tekanan sedemikian rupa sehingga membuat mereka memalsukan laporan mereka?) - internet.

 

¨      “The societies view is that we can always do more in the organization if we were truly appreciative and put our trust in Jehovah, as Jehovah’s holy spirit provides ‘power beyond what is normal’. No amount of service in the organization is ever enough, you can always do more. Nothing is ever ‘just right’ - it can, and should, be done better next time. ... I felt that while I was appreciative of Jehovah, the organization was not appreciative of the time, resources and energy I was expending in its behalf. In short, the organization is greedy. It was not content with some, or even most of my time and energy, it wanted it all. When I was burned out - unable to fulfill its demands, it quickly discarded me and was not able to help me other than with platitudes” (= Pandangan dari perkumpulan itu adalah bahwa kita selalu bisa melakukan lebih banyak bagi organisasi itu, jika kita betul-betul menghargai dan meletakkan kepercayaan kita kepada Yehovah, karena roh kudus dari Yehovah menyediakan ‘kuasa melebihi apa yang normal’. Tidak ada pelayanan dalam organisasi itu yang pernah dianggap cukup, engkau selalu bisa melakukan lebih banyak. Tidak ada yang pernah dianggap benar / baik, itu bisa, dan harus, dilakukan dengan lebih baik lain kali. ... Saya merasa bahwa sementara saya menghargai Yehovah, organisasi itu tidak menghargai waktu, sumber-sumber dan tenaga yang saya keluarkan / curahkan demi kepentingannya. Singkatnya, organisasi itu tamak. Ia tidak puas dengan sebagian, atau bahkan sebagian besar dari waktu dan tenaga saya, ia menghendaki semuanya. Pada waktu saya ‘terbakar habis’ / ‘kehabisan tenaga’ - tidak mampu untuk memenuhi tuntutan organisasi itu, ia dengan cepat membuang saya dan tidak bisa menolong saya kecuali dengan kata-kata yang hampa) - internet.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “During the year, nearly five million Witnesses spent over one billion hours spreading Bible knowledge to their neighbours. This educational work was at the heart of the 80% growth in the number of the Witnesses during the past decade” [= Dalam sepanjang tahun (maksudnya tahun 1994), hampir 5 juta Saksi-Saksi menghabiskan lebih dari satu milyar jam untuk menyebarkan pengetahuan Alkitab kepada tetangga-tetangga mereka (ini berarti setiap orang menghabiskan lebih dari 200 jam / tahun). Pekerjaan pendidikan ini merupakan inti / pokok dari 80 % pertumbuhan dalam jumlah dari Saksi-Saksi sepanjang 10 tahun yang lalu].

 

Seorang penatua Saksi Yehuwa mengatakan bahwa:

 

 

 

Dari internet saya mendapatkan statistik Saksi-Saksi Yehuwa untuk tahun 2001 tentang Indonesia sebagai berikut:

 

¨      jumlah pengunjung biasa dalam kebaktian 36.158 orang, sedangkan jumlah Saksi 16.136 orang; itu berarti presentase yang memberitakan Injil adalah 44,6 %.

 

¨      jumlah penginjilan yang mereka lakukan dalam tahun 2001 itu adalah 2.895.595 jam, yang berarti mendekati 180 jam per orang per tahun.

 

Tentang banyaknya jam penginjilan di dunia, statistik tahun 2001 mengatakan bahwa 6.117.666 Saksi-Saksi Yehuwa memberitakan Injil sebanyak 1.169.082.225 jam, dan itu berarti rata-rata setiap Saksi Yehuwa memberitakan Injil lebih dari 190 jam per tahun.

 

Gereja-gereja kristen seharusnya belajar dari hal ini. Bagaimana caranya?

 

·        Para hamba Tuhan harus lebih banyak mengadakan latihan Pekabaran Injil bagi jemaatnya, dan lebih banyak mendorong jemaatnya untuk memberitakan Injil.

 

·        Para jemaat harus mau mengikuti latihan Pekabaran Injil itu, dan harus mau / berani mengabarkan Injil!

 

Sebetulnya kalau kita mengingat bahwa Saksi-Saksi Yehuwa itu sesat dan tidak mempunyai keyakinan keselamatan, sedangkan orang kristen mempunyai keyakinan keselamatan, tetapi Saksi-Saksi Yehuwa jauh lebih rajin dan berani dalam ‘memberitakan Injil’, maka kita seharusnya merasa malu!

 

Ada seorang pendeta yang pernah memberikan ilustrasi sebagai berikut untuk menekankan pentingnya setiap orang kristen untuk memberitakan Injil. Ia membandingkan dua keadaan:

 

1.   Keadaan I adalah dimana di dunia ini hanya ada 1 orang kristen, yang adalah seorang penginjil yang hebat, yang setiap hari bisa membawa 1000 jiwa datang kepada Tuhan. Tetapi orang-orang yang sudah bertobat itu tidak ada yang memberitakan Injil.

 

2.   Keadaan II adalah dimana di dunia ini hanya ada 1 orang kristen, yang setiap tahun hanya bisa membawa 1 jiwa datang kepada Tuhan. Tetapi setiap jiwa yang bertobat juga memberitakan Injil dan setiap tahun masing-masing orang mendapat 1 jiwa.

 

Maka kita akan mendapatkan tabel sebagai berikut:

 

Tahun                    1000 / hari                              1 / tahun

---------------------------------------------------------

1                            365.000                                  2 = 21

2                            730.000                                  4 = 22

3                            1.095.000                              8 = 23

.

.

.

32                          11.680.000                232 = 4,3 milyar.

33                          12.045.000                233 = 8,6 milyar.

 

Saudara bisa melihat bahwa dalam keadaan I, dalam 33 tahun, baru sekitar 12 juta orang yang menjadi kristen. Ini belum mencakup seluruh penduduk Jawa Timur. Tetapi dalam keadaan II, dalam 33 tahun, ada 8,6 milyar orang kristen. Ini sudah lebih dari penduduk dunia saat ini!

 

Jadi, kalau saudara selalu membiarkan Pendeta / Penginjil saja yang memberitakan Injil, paling-paling pertumbuhan gereja / kekristenan akan menyerupai keadaan I. Dan perlu diingat bahwa tidak ada pendeta / penginjil yang bisa mempertobatkan 1000 orang setiap hari! Jadi, pertumbuhan gereja / kekristenan akan sangat lambat. Tetapi kalau setiap orang kristen mau memberitakan Injil, kita akan seperti keadaan II. Pertumbuhan gereja / kekristenan akan cepat sekali!

 

Perlu juga diketahui bahwa kalau Injil tidak tersebar dengan cepat, maka ada alternatifnya, yaitu: ajaran sesatlah yang akan tersebar!

 

Seorang yang bernama Daniel Webster berkata sebagai berikut:

“If religious books are not widely circulated among the masses in this country, I do not know what is going to become of us as a nation. If truth be not diffused, error will be; if God and His Word are not known and received, the devil and his works will gain the ascendancy; if the evangelical volume does not reach every hamlet, the pages of a corrupt and licentious literature will; if the power of the Gospel is not felt throughout the length and breadth of the land, anarchy and misrule, degradation and misery, corruption and darkness, will reign without mitiga­tion or end” (= kalau buku-buku agama / rohani tidak beredar secara luas di antara rakyat dalam negara ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita sebagai bangsa. Kalau kebenaran tidak disebarkan, maka kesalahanlah yang akan tersebar; kalau Allah dan FirmanNya tidak diketahui / dikenal dan diterima, setan dan pekerjaannya akan mendapatkan kekuasaan / pengaruh; kalau buku-buku injili tidak mencapai setiap desa, halaman-halaman yang jahat dan literatur yang tidak bermoral akan mencapainya; kalau kuasa Injil tidak dirasakan diseluruh lebar dan panjang negara ini, maka anarkhi dan pemerintahan yang salah, keburukan dan kesengsaraan, korupsi / kejahatan / kecurangan dan kegelapan, akan memerintah tanpa pengurangan atau akhir).

 

Saya berharap bahwa kata-kata ini bisa mendorong setiap orang kristen, terle­bih lagi setiap hamba Tuhan, untuk lebih giat dalam memberitakan Injil / Firman Tuhan. Mengapa? Karena memang salah satu alasan yang menyebabkan ajaran sesat seperti Saksi Yehuwa bisa terse­bar, adalah karena banyak orang kristen maupun hamba Tuhan yang tidak / kurang memberitakan Injil / Firman Tuhan!

 

Seorang yang bernama Edmund Burke berkata:

“All that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing” (= Semua yang dibutuhkan supaya kejahatan menang adalah bahwa orang-orang yang baik tidak melakukan apa-apa) - ‘Streams in the Desert’, vol 2, June 13.

 

Ini sesuai dengan kata-kata Yesus dalam Mat 12:30b - “siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan”. Perhatikan bahwa tidak ada ‘daerah netral’! Kalau saudara tidak mengumpulkan bersama Yesus (dengan cara memberitakan Injil), maka saudara disebut sebagai pencerai-berai gereja oleh Yesus!

 

3)    Ajaran Saksi Yehuwa lebih sederhana dan lebih mudah diterima akal.

 

Ajaran Saksi Yehuwa kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal, dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang Allah Tritunggal). Ini menyebabkan banyak orang kristen yang dari dulu selalu bingung / tidak mengerti tentang doktrin Allah Tritunggal, lalu menjadi pengikut mereka.

 

Penerapan:

 

Karena itu, kalau selama ini saudara adalah orang kristen yang malas belajar doktrin, khususnya dok­trin Allah Tritunggal, bertobatlah dari kemalasan saudara, sebe­lum saudara disesatkan oleh nabi-nabi palsu yang saat ini banyak terdapat!

 

Ingat bahwa penyesatan selalu berhubungan dengan dok­trin, sehingga orang kristen yang lemah dalam hal doktrin, apalagi yang tidak senang dengan doktrin, adalah orang yang paling mudah disesatkan!

 

4)    Saksi Yehuwa melakukan pengajaran ‘Firman Tuhan’ yang kuat.

 

a)   Saksi-Saksi Yehuwa diajar / diindoktrinasi kuat sekali, mungkin bisa dikatakan di‘cuci-otak’nya (ini menyebabkan Saksi-Saksi Yehuwa sukar sekali bertobat).

 

Saksi-Saksi Yehuwa diharuskan untuk datang dalam pertemuan mereka sedikitnya 5 x per minggu (Catatan: tetapi seorang penulis di internet mengatakan hanya 3 x per minggu, dan kutipan dari Encyclopedia Britannica 2000 di atas mengatakan 5 jam per minggu).

 

Dan dari seorang pendeta / penatua Saksi Yehuwa saya mendapatkan keterangan bahwa dalam kebaktian mereka pada hari Minggu hanya sekitar 15 menit yang digunakan untuk doa dan pujian, sedangkan acara Firman Tuhan ada 2 kali, dengan total waktu 1 ¾ jam, atau bahkan lebih.

 

Bandingkan dengan kebanyakan gereja / orang kristen yang:

 

·        meremehkan Firman Tuhan dan tidak mau belajar Firman Tuhan / datang ke acara Pemahaman Alkitab.

 

·        merasa berat bukan main untuk mendengar Firman Tuhan selama 1 jam.

 

·        merasa terlalu sibuk untuk datang ke gereja 2 x per minggu (Kebaktian + Pemahaman Alkitab).

 

·        malas / tidak mau membaca Alkitab.

 

·        dan sebagainya.

 

Sikap seperti ini menyebabkan kebanyakan orang kristen nyaris tidak tahu apa-apa tentang Kitab Sucinya sendiri! Ini lalu menyebabkan banyak orang kristen yang kalau menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa memilih untuk mengambil jalan yang paling gampang, yaitu mengusir mereka! Tetapi kalau saudara memilih tindakan ini, maka:

 

¨      Saudara gagal mentaati perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada semua orang (berarti termasuk Saksi-Saksi Yehuwa).

 

¨      Saksi-Saksi Yehuwa yang saudara usir itu akan merasa bahwa mereka menderita bagi Kristus, dan ini bukannya membuat mereka menjadi kendor, tetapi justru semakin berkobar-kobar, dalam memberitakan Injil.

 

b)   Saksi-Saksi Yehuwa dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi orang kristen.

 

Sebaliknya, jarang ada gereja / hamba Tuhan yang menyiap­kan jemaatnya untuk bisa menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa, sehing­ga dalam perdebatan antara orang kristen dengan Saksi-Saksi Yehuwa, hampir selalu Saksi-Saksi Yehuwanyalah yang menang!

 

Penerapan:

 

·        Kalau saudara adalah hamba Tuhan, siapkanlah jemaat saudara untuk bisa menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa dan ajarkanlah Firman Tuhan dengan serius kepada jemaat saudara.

 

·        Kalau saudara adalah seorang jemaat biasa, maulah belajar tentang Saksi Yehuwa supaya saudara siap menghadapi mereka. Tetapi awas! Caranya belajar tentang Saksi Yehuwa bukanlah dengan belajar pada Saksi-Saksi Yehuwa ataupun dengan membaca buku-buku terbitan mereka. Mengapa? Karena ini terlalu berbahaya. Kita tidak perlu mempelajari tentang racun tertentu dengan mencicipi racun tersebut! Cara yang benar adalah dengan membaca / mempelajari buku-buku yang ditulis oleh orang kristen tentang Saksi Yehuwa, atau dengan mengikuti pelajaran tentang Saksi Yehuwa di gereja saudara!

 

Tetapi disamping itu saudara juga harus banyak belajar Alkitab secara umum, bukan hanya yang berhubungan dengan Saksi Yehuwa!

 

c)   Saksi-Saksi Yehuwa sangat banyak menggunakan ayat Kitab Suci, dan dalam persoalan ayat hafalan mereka biasanya jauh lebih baik dari orang-orang kristen.

 

Kalau ada bidat / sekte yang paling banyak menggunakan ayat Kitab Suci, maka itu adalah Saksi Yehuwa! Tetapi ayat-ayat yang mereka gunakan diputar-balikkan artinya / ditafsirkan seenaknya sendiri. Ini membuat mereka berbahaya untuk orang-orang kristen yang tidak terlalu mengerti / hafal ayat Kitab Suci!

 

5)    Saksi Yehuwa mempunyai cara berargumentasi yang kuat dan licik.

 

Dalam pelajaran Firman Tuhan yang mereka lakukan, setiap Saksi Yehuwa diajar untuk berargumentasi / menjawab pertanyaan / keberatan dari orang-orang luar, dan mereka mempunyai cara berargumentasi yang hebat / kuat, tetapi seringkali licik. Ini terlihat khususnya dalam buku-buku / literatur mereka.

 

Beberapa hal yang menjadi ciri mereka dalam berargumentasi:

 

a)   Memberikan sebanyak mungkin kutipan, bisa sampai puluhan jumlahnya, tak peduli dari sumber kafir atau sesat.

 

b)   Dalam mengutip, baik mengutip ayat Kitab Suci maupun kata-kata seseorang / Encyclopedia, dsb, mereka sering mengutip sebagian, sehingga artinya menjadi berbeda dengan yang seharusnya.

 

c)   Pada waktu mengutip, mereka meninggi-ninggikan sumber kutipan tersebut. Misalnya dengan mengatakan bahwa orang itu adalah seorang teolog, profesor, ahli bahasa Yunani, Encyclopedia, dan sebagainya.

 

d)   Menggunakan macam-macam versi Kitab Suci, bahkan yang aneh-aneh / tak lazim dipakai, dan bahkan yang salah, asal itu mendukung pandangan mereka.

 

e)   Dalam penafsiran, mereka sering memotong ayat dari kontext (out of context), atau dari Alkitab (sehingga bertentangan dengan ayat lain dalam Alkitab).

 

f)    Mencari satu ayat, biasanya ‘ayat sukar’, yang bisa mereka tafsirkan / belokkan sehingga mendukung pandangan mereka, dan lalu mereka jadikan sebagai patokan dalam menafsirkan ayat-ayat lain yang bertentangan dengan pandangan mereka.

 

Misalnya: Mat 10:28 digunakan untuk menunjukkan bahwa jiwa bisa mati. Ini lalu digunakan untuk menafsirkan ayat-ayat yang secara jelas menunjukkan bahwa jiwa tidak bisa musnah / mati.

 

g)   Memberikan penafsiran hurufiah / apa adanya. Misalnya kata ‘roh’ dalam 1Kor 15:45, dipakai sebagai dasar untuk menentang kebangkitan jasmani dari Yesus.

 

h)   Mengubah ayat; ini sering mereka lakukan dalam NWT / TDB. Misalnya: Luk 23:43 (TDB): “Dan dia mengatakan kepadanya, ‘Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus”.

 

i)    Menuntut istilah yang persis sama, misalnya karena istilah EL SHADDAY (= Allah Yang Mahakuasa) tidak pernah digunakan untuk Yesus, maka mereka mengatakan bahwa Yesus bukan Allah.

 

j)    Menggunakan ilustrasi yang hanya berdasarkan logika, tetapi tidak berdasarkan Alkitab. Misalnya: pada waktu mau menekankan bahwa Bapa lebih kekal dari Yesus, mereka berkata: ‘mana ada bapa yang sama tuanya dengan anaknya?’.

 

Catatan: bagian tentang cara mereka dalam berargumentasi ini akan saya bahas secara lebih terperinci di belakang (jilid terakhir), dengan banyak contohnya.

 

6)    Saksi-Saksi Yehuwa mempunyai ‘kehidupan yang baik’.

 

Encyclopedia Britannica 2000 mempunyai suatu artikel yang menunjukkan kesalehan dari Saksi-Saksi Yehuwa pada waktu mereka berada dalam camp Nazi Jerman. Mereka berani berbicara pada waktu semua orang-orang beragama lain bungkam. Mereka dianiaya karena sikap mereka yang tidak berkompromi dalam hal mereka tidak mau menghormat pada bendera, atau bersumpah setia kepada negara, ataupun mengucapkan kata-kata ‘Heil Hitler’. Mereka juga adalah satu-satunya kelompok yang tidak meludah pada saat penjaga-penjaga lewat, dan yang tidak menghadapi semua ini dengan kebencian tetapi dengan kasih dan dengan pengharapan, karena mereka merasa bahwa ada tujuan untuk semua itu.

 

Encyclopedia Britannica 2000: “On Sept. 29, 1994, a daylong program at the United States Holocaust Memorial Museum, Washington, D.C., focused on the Witnesses’ integrity in the face of the Nazi terror and also on their outspokenness at a time when many other religions were silent. Michael Berenbaum, director of the museum’s Research Institute, explained: “The Witnesses are in a very real sense the only voluntary victims. They are the only people who were persecuted, not because of what they did [or who they were], but because of what they refused to do. They would not swear allegiance to the state . . . and they would not utter the words ‘Heil Hitler.’” Historian Christine King, chancellor of Staffordshire (England) University, added: “Those Witnesses were a rock in the mud. [One prisoner] said that they were the only people who didn’t spit when the guards walked past. They were the only people who didn’t deal with all of this by hatred, but by love and hope - feeling that there was a purpose. . . . [They] brought morally to their knees the might of that Gestapo power.” In contrast to others, King said, “They spoke out from the beginning. They spoke out with one voice. And they spoke out with a tremendous courage, which has a message for all of us.”.

 

Catatan: kutipan ini tidak saya terjemahkan, karena intisarinya sudah saya berikan di atas.

 

Dari buku-buku mereka terlihat bahwa Saksi-Saksi Yehuwa sendiri membanggakan bahwa mereka mempunyai kehidupan yang baik / saleh, dan sebagainya. Ini mereka gabungkan dengan sikap menjelek-jelekkan kehidupan orang Kristen / Katolik.

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan:

 

 

 

 

 

 

 

Saya heran bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa bisa mengeluarkan kata-kata seperti ini. Memang tidak diragukan bahwa dalam setiap agama selalu ada orang-orang brengsek, tetapi itu ulah dari oknum-oknum tertentu, dan sekalipun jumlahnya banyak, itu tidak berarti semua seperti itu. Disamping itu, rupa-rupanya Saksi-Saksi Yehuwa tidak mempunyai cermin untuk melihat diri mereka sendiri. Dengan kehidupan Russell yang begitu brengsek, bagaimana mungkin mereka berkata seperti itu?

 

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sehubungan dengan ‘kesalehan’ dari Saksi-Saksi Yehuwa ini:

 

a)   Saya sendiri tidak percaya sedikitpun bahwa Saksi-Saksi Yehuwa ini betul-betul hidup saleh, karena:

 

1.   Orang saleh tidak biasanya merasa diri sebagai orang saleh, apalagi membanggakan kesalehannya. Contoh: rasul Paulus, yang bahkan menyadari bahwa dirinya begitu kotor.

 

Ro 7:18-19 - “(18) Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. (19) Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat”.

 

1Tim 1:15 - “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

 

Alangkah bertentangannya sikap Paulus yang rendah hati dengan sikap Saksi-Saksi Yehuwa yang seringkali justru membanggakan kesalehan mereka. Sikap seperti ini sangat mirip dengan sikap dari tokoh-tokoh Yahudi pada jaman Yesus, yaitu sikap self-righteous (= merasa diri sendiri benar), yang justru paling dibenci oleh Yesus.

 

2.   Orang bisa hidup saleh, hanya karena pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya (Gal 5:22-23). Padahal Saksi-Saksi Yehuwa itu adalah orang-orang sesat, yang bahkan tidak percaya kepada Roh Kudus, dan karena itu pasti tidak mempunyai Roh Kudus. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa hidup saleh?

 

Karena itu, saya beranggapan bahwa kesalehan mereka hanyalah kesalehan lahiriah, yang mungkin tidak terlalu berbeda dengan kesalehan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, atau kesalehan Paulus sebelum ia bertobat (Fil 3:6).

 

b)   Sikap suka menjelek-jelekkan agama-agama lain, khususnya Kristen, dengan cara yang berbau fitnah seperti ini, jelas bukan merupakan suatu kesalehan.

 

Mengapa saya katakan berbau fitnah?

 

·        Karena mereka main pukul rata saja. Hanya karena ada sebagian orang kristen yang melakukan sesuatu yang salah, tanpa mempedulikan kemungkinan bahwa orang-orang itu cuma orang kristen KTP saja, maka Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan seluruh kekristenan sebagai sesuatu yang brengsek.

 

·        Juga pada waktu mereka mengatakan bahwa orang-orang kristen berperang dalam nama Tritunggal, saya menganggap itu sebagai suatu fitnahan yang tidak berdasar.

 

Karena itu, tidak berlebihanlah kalau saya menamakan mereka sebagai ‘Saksi-Saksi Palsu Yehuwa’.

 

c)   Kata-kata yang meninggikan diri sendiri, disertai dengan merendahkan agama-agama lain, tidak terlalu berbeda dengan ‘cara orang yang jual jamu’. Ingat peribahasa: ‘Semua kecap nomer satu’. Dan sebetulnya semua orang, dari agama apapun, bisa melakukan hal subyektif seperti yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa ini.

 

d)   Dari kesaksian Saksi-Saksi Yehuwa yang telah bertobat, terlihat bahwa di dalam Saksi-Saksi Yehuwa ada banyak kebejatan yang disembunyikan / tidak banyak diketahui oleh orang luar.

 

Seorang penulis di internet mengatakan bahwa dalam kalangan Saksi Yehuwa banyak terjadi kasus ‘child sexual abuse’ (= penyalahgunaan sexual terhadap anak), dan ini ditutup-tutupi oleh mereka, dan dilarang untuk dilaporkan kepada polisi, supaya tidak mencoreng nama baik mereka. Ini menyebabkan penulis di internet itu mengatakan bahwa jemaat Saksi-Saksi Yehuwa merupakan surga bagi orang-orang yang suka melakukan ‘child sexual abuse’.

 

Seorang penulis lain di internet mengatakan:

“Most men in the congregation have few, if any, close personal friends. The organization is so hierarchic and competitive that it is dangerous to tell anyone else what you really feel - the basis of any true friendship. We have a sacred obligation to report to the organization any comments our ‘brothers and sisters’ make that are critical of the society or any actions of theirs that are contrary to the ‘present truth’ as published by the society. The Society has a zero tolerance of any talk that is even remotely disparaging of itself. ... disagreeing or being critical (to?) the organization is the same as criticizing Jehovah God himself. ... How can you have an open and honest friendship with anyone when you know that anything you say will be used against you?” (= Kebanyakan orang dalam jemaat mempunyai sedikit, jika ada, sahabat-sahabat pribadi yang dekat / karib. Organisasi itu begitu bersifat hirarkhi / diatur oleh tingkat-tingkat / pangkat-pangkat dan begitu bersaingan, sehingga merupakan sesuatu yang berbahaya untuk menceritakan kepada orang lain yang manapun apa yang betul-betul engkau rasakan, padahal ini merupakan dasar dari persahabatan yang sejati. Kami mempunyai kewajiban keramat / kudus untuk melaporkan kepada organisasi komentar apapun yang dibuat oleh ‘saudara-saudara dan saudari-saudari’ kita yang bersifat mengkritik perkumpulan, ataupun tindakan-tindakan mereka yang bertentangan dengan ‘kebenaran saat ini’ seperti yang dipublikasikan oleh perkumpulan. Perkumpulan itu sama sekali tidak bertoleransi terhadap pembicaraan apapun yang bahkan sangat sedikit menghinanya. ... ketidak-setujuan atau sikap kritis terhadap organisasi adalah sama seperti mengkritik Allah Yehovah sendiri. ... Bagaimana engkau bisa mempunyai persahabatan yang terbuka dan jujur dengan siapapun, pada waktu engkau tahu bahwa apapun yang engkau katakan akan dipakai terhadap / menentang engkau?) - internet.

 

Bandingkan kewajiban ‘madul’ (melaporkan) ini dengan Amsal 10:12 dan 1Kor 13:7, yang memerintahkan kita menutupi kesalahan orang lain.

 

e)   Satu hal lain yang menyebabkan mereka kelihatan saleh sebagai suatu kelompok, adalah karena mereka menerapkan disiplin dengan sangat keras. Saksi-Saksi Yehuwa yang berbuat dosa, ditegur, dan kalau tidak mau bertobat, dipecat. Bandingkan ini dengan gereja-gereja Kristen yang pada umumnya takut untuk menjalankan siasat gerejani, karena takut kehilangan jemaat!

 

Dosa-dosa seperti:

 

·        merokok.

 

·        menipu.

 

·        tidak membayar hutang.

 

·        memaksa orang yang memang betul-betul tidak bisa membayar hutang untuk membayar hutangnya (ini dianggap menindas saudara seiman).

 

·        menyetujui transfusi darah untuk dirinya sendiri / keluarganya.

 

·        kurang aktif dalam menghadiri pertemuan-pertemuan mereka.

 

·        kurang banyak memberitakan Injil.

 

bisa menyebabkan mereka dipecat (tentu saja setelah ditegur / digembalakan lebih dulu, dan tetap tidak bertobat). Penatua Saksi Yehuwa yang berdiskusi dengan saya itu mengatakan bahwa dalam setahun rata-rata ada 150.000 Saksi-Saksi Yehuwa yang dipecat di seluruh dunia. Karena yang brengsek semua dibuang, maka yang tersisa hanyalah yang baik, atau, setidaknya terlihat saleh.

 

Disiplin yang keras ini juga diterapkan kepada anggota-anggota mereka yang berani menyatakan ketidak-setujuan atau kritik terhadap organisasi mereka atau ajaran mereka. Pemecatan terhadap siapapun yang menentang mereka ini menyebabkan mereka kelihatannya selalu bersatu.

 

f)    Saksi-Saksi Yehuwa mungkin tidak membunuh atau saling membunuh secara jasmani (karena ajaran mereka melarang perang dengan alasan apapun juga), tetapi mereka adalah pembunuh secara rohani, dengan menggunakan ajaran-ajaran sesat mereka!

 

Bdk. 2Pet 2:1 - “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka”.

 

g)   Penekanan kesalehan dalam Saksi-Saksi Yehuwa berhubungan erat dengan doktrin sesat ‘keselamatan karena perbuatan baik’.

 

Jadi, sama seperti dalam kalangan agama-agama lain, mereka berusaha berbuat baik dengan harapan supaya selamat.

 

Tetapi bagaimanapun, bagi orang-orang luar, tidak mudah untuk bisa melihat hal-hal ini. Dan karena itu, ‘kesalehan’ Saksi-Saksi Yehuwa ini bisa menjadi sesuatu yang menolong keberhasilan mereka dalam memberitakan Injil.

 

Karena itu, sebagai orang kristen kita harus berdoa dan berusaha mati-matian, supaya bisa hidup saleh. Kalau kita kalah saleh dibandingkan dengan orang sesat, maka itu lagi-lagi merupakan sesuatu yang memalukan.

 

7)    Saksi Yehuwa menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya.

 

Tidak ada agama atau bidat lain di seluruh dunia yang bisa menandingi Saksi Yehuwa dalam penggunaan literatur!

 

‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’: “Mungkin belum pernah ada gerakan keagamaan yang lebih memanfaatkan bahan cetakan daripada Saksi Yehuwa” - hal 19.

 

Macam-macam literatur mereka:

 

a)   Majalah.

 

Dua majalah Saksi Yehuwa yang paling terkenal adalah:

 

1.      The Watchtower (= Menara Pengawal).

 

·        Dimulai pada tahun 1879  (saat itu judulnya adalah The Herald of the Morning) dengan jumlah hanya 6000 exemplar.

 

·        Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar, dan sudah diterjemahkan / diterbitkan dalam 79 bahasa.

 

·        Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 106 bahasa.

 

·        Pada tahun 2002 mencapai lebih dari 24 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 144 bahasa!

 

2.      Awake! (= Sedarlah!).

 

·        Pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar.

 

·        Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 34 bahasa.

 

·        Pada tahun 2002 sudah mencapai lebih dari 21 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 87 bahasa!

 

Dalam hal majalah agama, kedua majalah ini menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia! (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 8).

 

b)   Buku.

 

Macam-macam judulnya (dalam bahasa Indonesia) antara lain:

 

·        Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?

 

Dalam buku ini mereka menyerang keilahian Kristus, doktrin Allah Tritunggal, dan keilahian serta kepribadian Roh Kudus dengan argumentasi-argumentasi yang cukup hebat. Karena itu, dalam buku saya ini saya membahas banyak bagian dari buku mereka yang satu ini.

 

Buku ini tipis, yang dalam bahasa Indonesia hanya sekitar 30 halaman, dan pada halaman ke 2 dari buku ini ada tulisan: “Cetakan Pertama dalam bahasa Inggris: 5.000.000 buah”.

 

·        Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab.

 

Ini boleh dikatakan merupakan ‘text book’ mereka dalam memberitakan ‘Injil’. Buku ini juga banyak saya bahas dalam buku saya ini.

 

Buku ini cukup tebal, yang dalam bahasa Indonesia tebalnya 445 halaman, dan pada hal 4 dari buku ini ada tulisan: “Edisi pertama: 2.000.000”.

 

·        Saksi-Saksi Yehuwa, Pemberita Kerajaan Allah.

 

Buku ini banyak menceritakan sejarah dari Saksi Yehuwa, dengan pendiri dan pemimpin-pemimpin mereka, seperti Charles Taze Russell, Joseph Franklin Rutherford, Nathan Homer Knorr, dan Frederick W. Franz. Tetapi kebenaran dari buku ini patut sangat diragukan, dan penyorotannya sangat subyektif. Sebagai contoh: Charles Taze Russell yang hidupnya bejat, digambarkan hampir-hampir seperti malaikat / rasul Paulus!

 

Buku ini besar dan tebal, yang dalam bahasa Indonesia tebalnya 750 halaman, dan pada halaman 4 ada tulisan: “Cetakan Pertama Dalam Bahasa Inggris: 500.000 eksemplar”.

 

·        Saudara Dapat Hidup Kekal Dalam Firdaus di Bumi.

 

Buku ini juga bersifat doktrinal, dan menjelaskan banyak doktrin-doktrin Saksi Yehuwa seperti diri Yesus, Alkitab, Neraka, Jiwa, Armagedon, dan sebagainya.

 

Buku ini tebalnya 256 halaman, dan pada halaman 4 ada kata-kata: “Buku ini dicetak dalam 105 bahasa. Jumlah buku yang dicetak dalam semua edisi 52.500.000 eksemplar sejak tahun 1982”.

 

·        Pengetahuan Yang Membimbing Kepada Kehidupan Abadi.

 

·        Karena Allah itu Benar Adanya.

 

·        Kehidupan - Bagaimana asal mulanya? Melalui evolusi atau melalui penciptaan?

 

·        Segenap Alkitab Diilhamkan Allah dan Bermanfaat.

 

·        Pencarian Manusia Akan Allah.

 

·        Tokoh Terbesar Sepanjang Masa.

 

·        Pertanyaan Kaum Muda, Jawaban Yang Praktis.

 

·        Alkitab: Firman dari Allah atau dari Manusia?

 

·        Petunjuk Sekolah Pelayanan Teokratis.

 

·        Perdamaian dan Keamanan Sejati - Dari Sumber Manakah?

 

·        Tengok! Aku Menjadikan Segala Perkara Baru.

 

·        Apakah Alkitab Benar-Benar Firman Allah?

 

·        Kalam - Siapakah Gerangan Dia? Menurut Yahya.

 

·        Mendengar Kepada Guru yang Agung.

 

·        Kebenaran yang Membimbing Kepada Hidup yang Kekal.

 

·        Dari Firdaus yang Hilang Sampai Firdaus yang Dipulihkan.

 

·        Inilah Berarti Hidup yang Kekal.

 

·        Penyembuhan bangsa-bangsa sudah mendekat.

 

·        Kabar kesukaan dari Kerajaan ini.

 

·        Dasar kepercayaan akan dunia baru. 

 

·        Hidup dalam pengharapan akan sesuatu susunan baru keadilan.

 

c)   Traktat.

 

Macam-macam judulnya antara lain:

 

·        Kehidupan Dalam Dunia Baru yang Penuh Damai.

 

·        Harapan Bagi Orang mati.

 

·        Bangunlah Dari Tidur.

 

·        Tanda Kehadiran Kristus.

 

·        Kehidupan Dalam Dunia Baru yang Penuh Damai.

 

·        Mengapa Kehidupan Begitu Penuh Problem?

 

·        Mungkinkah Semua Orang Akan Saling Mengasihi?

 

Catatan:

 

¨      Ciri khas dari semua buku, majalah, maupun traktat mereka, adalah adanya tulisan: Watchtower Bible And Tract Society Of New York / Pennsylvania’, yang merupakan badan penerbit Saksi-Saksi Yehuwa.

 

Jadi, nama ‘Watchtower’ (= Menara Pengawal), yang juga adalah nama majalah no 1 mereka, adalah nama yang harus saudara ingat sebagai suatu ciri khas dari Saksi Yehuwa. Kantor pusat Saksi Yehuwa di Brooklyn, New York, yang merupakan suatu gedung yang sedikitnya bertingkat 10, pada bagian atasnya ada tulisan ‘Watchtower’ yang berukuran sangat besar.

 

¨      Ingatlah nama-nama literatur mereka ini, khususnya nama kedua majalahnya, supaya saudara bisa mengenali literatur Saksi Yehuwa, sekaligus mengenali Saksi-Saksi Yehuwanya yang memberikan­nya kepada saudara!

 

¨      Janganlah membeli literatur mereka, karena sungkan, kasihan, atau alasan yang lain apapun juga, karena ini sama dengan menyumbang kepada setan!

 

¨      Kalau mereka memberikan traktat / majalah / buku mereka, jangan sembarangan memberikannya kepada orang lain. Juga jangan meletakkannya sembarangan di rumah saudara, karena bisa-bisa literatur itu dibaca oleh anak-anak saudara sehingga menyesatkan mereka.

 


email us at : gkri_exodus@lycos.com